HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP LAYANAN TELEFARMASI DI APOTEK X KOTA DENPASAR

DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i2.433

Ni Putu Dewi Agustini(1*), Fitria Megawati(2), I Gusti Ayu Dwi Cahyani Yuda(3), Ni Luh Santhi Utami Wiryani(4), Yulia Pratiwi(5)

(1) Universitas Mahasaraswati Denpasar
(2) Universitas Mahasaraswati Denpasar
(3) Universitas Mahasaraswati Denpasar
(4) Universitas Mahasaraswati Denpasar
(5) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian oleh apoteker yang terdaftar melalui pemanfaatan teknologi komunikasi kepada pasien dari jarak jauh. Kesediaan penggunaan telefarmasi ini didukung dengan adanya persepsi pasien mengenai telefarmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengetahuan dan persepsi pasien mengenai layanan telefarmasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung ke Apotek X KOTA DENPASAR dengan kriteria inklusi berusia >17 tahun dan kriteria eksklusi yaitu tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling.  Data diambil melalui pengisian kuesioner langsung oleh responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien di Apotek X Kota Denpasar memiliki pengetahuan yang baik (55%) dan persepsi yang positif (96%) mengenai telefarmasi. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan persepsi (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan cukup dan arah hubungan positif (r = 0,479). 


Keywords


Apotek; Pengetahuan; Persepsi; Telefarmasi

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 0 times | PDF files downloaded : 0 times

References


Alfian, S. D., Khoiry, Q. A., Pratama, M. A. A., Pradipta, I. S., & Kristina, S. A. (2023). Knowledge, perception, and willingness to provide telepharmacy services among pharmacy students: a multicenter cross- sectional study in Indonesia. BMC Medical Education, 1–9.

Cahyani, N. M., Tahar, N., Leboe, D. W., Farmasi, P., Islam, U., Alauddin, N., & Gowa, K. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Penggunaan Obat Keras dan Obat Bebas Terbatas tanpa Resep di Apotek X Farma. Jurnal Farmasi UIN Alauddin, 13(1), 30–39. https://doi.org/10.24252/jfuinam.v13i1.58251

Farid, A., Firdausy, A., Sulaiman, A., Simangunsong, D., Sulistyani, F., Varianti, F., Ong, K., Kristiany, L., Mustika, N., Febiani, N., Komalasari, S., Salsabila, S., Azzahra, S., Zulfah, Y., & Aryani, T. (2022). Efektivitas Penggunaan Layanan Telefarmasi di Era Pandemi COVID-19 dari Perspektif Masyarakat. Jurnal Farmasi Komunitas, 9(2), 152–157. https://doi.org/10.20473/jfk.v9i2.32924

Kartika, I. R. (2020). Survey Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran. REAL in Nursing Journal ( RNJ ), 3(1).

Kemenkes RI. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 2019.

Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023.

Kissi, J., Kwame, D., Quansah, K., Nutakor, J. A., & Boadi, A. (2022). Telehealth during COVID-19 pandemic era: a systematic review. AIMS Medical Science, 9(December 2021), 81–97. https://doi.org/10.3934/medsci.2022008

Moulaei, K., Sheikhtaheri, A., Fatehi, F., Shanbehzadeh, M., & Bahaadinbeigy, K. (2023). Patients’ perspectives and preferences toward telemedicine versus in ? person visits?: a mixed ? methods study on 1226 patients. BMC Medical Informatics and Decision Making, 4, 1–21. https://doi.org/10.1186/s12911-023-02348-4

Nelta, Y. Y., & Dwatra, F. D. (2026). Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone dan Kesepian Terhadap Nomophobia Pada Generasi Z di Kota Padang. MASALIQ: Jurnal Pendidikan Dan Sains, 6(1), 457–475.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Permenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan (20). 20. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138613/permenkes-no-20-tahun-2019

Permenkes RI. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan (17). 17. https://peraturan.bpk.go.id/Details/308446/permenkes-no-17-tahun-2024

Poudel, A., & Nissen, L. M. (2016). Telepharmacy: a pharmacist’s perspective on the clinical benefits and challenges. 75–82.

Santoso, B. S., Budiyanti, R. T., & Nandini, N. (2024). Analisis Pemanfaatan Layanan Telemedicine Pasca Pandemi COVID-19 di Jawa Tengah. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 12(2).

Tjiptoatmadja, N. N., & Alfian, S. D. (2022). Knowledge, Perception, and Willingness to Use Telepharmacy Among the General Population in Indonesia. Frontiers in Public Health, 10(May), 1–6. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.825554




DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i2.433

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google ScholarGarudaSINTA Dimensions Crossref

Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. Web
Analytics View My Stats