FORMULASI SLEEPING MASK EKTRAK AIR TEH HIJAU (Camellia Sinesis L) DENGAN VARIAN CARBOPOL 940 DAN AKTIVITAS SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP propinibacterium acne
(1) Universitas Setia Budi
(2) Universitas Setia Budi Surakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Sleeping mask merupakan salah satu produk perawatan kulit yang diaplikasikan pada malam hari dengan penggunaan yang mudah dan praktis. Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sleeping mask karena mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak daun teh hijau terhadap Propionibacterium acnes serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi bahan pembentuk gel, yaitu Carbopol 940, terhadap kualitas fisik sediaan. Ekstrak daun teh hijau diperoleh dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan sleeping mask diformulasikan dalam tiga variasi kadar Carbopol 940 (0,5%; 1%; dan 1,5%) serta satu formula kontrol negatif dengan konsentrasi Carbopol sebesar 1%. Pengujian yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, serta aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menggunakan metode difusi cakram. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan sleeping mask pada berbagai konsentrasi, yang ditunjukkan oleh stabilitas sediaan yang secara umum tidak mengalami perubahan. Pada konsentrasi 5%, ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 59,25 mm. Perbedaan konsentrasi Carbopol berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, seperti viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri dari sleeping mask ditunjukkan melalui diameter zona hambat pada masing-masing formula, yaitu FI sebesar 9,07 mm, FII sebesar 7,30 mm, dan FIII sebesar 6,37 mm.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
References
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia Ke IV, Depkes RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Ke II Depkes RI, Jakarta.
Depkes, R. I. (2000). Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 3-30.
Fransiska, D, M, Tristiana, E, Widji, S & Noorma, R. (2021). karakteristik dan stabilitas fisik NLC-koenzim Q10 dalam sleeping mask dengan minyak nilam jurnal farmasi dan lmu kesehatan Indonesia vol. 8. No.2
Herwin, Zulhisda, P, S, dan Siska, N. (2018). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol Daun teh hijau dan Ampas teh hijau (camellia sinensis L.) Terhadap bakteri penyebab jerawat (propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis) secara dufusi agar. Makassar, Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia ISSN Vol 10 (02): hal.247-254
Pariury, J. A., Herman, J. P. C., Rebecca, T., venonica, E., & Arijana, I. G. K. N. (2021). Potensi Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima Merr) Sebagai Antibakteri Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat. Hang Tuah Medical Journal, 19(1), 119–131
Sari, A. N. (2015). Antioksidan alternatif untuk menangkal bahaya radikal bebas pada kulit. Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology, 1(1), 63-68
Shu, M. (2013). Formulasi Sediaan Gel HandSanitizer Dengan Bahan Aktif Triklosan 0%, 5%dan 1%. CALYPTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1)
SNI. (1996). SNI. 16-4399-1996 Sediaan Tabir Surya. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Wibawa, I. G. A. E., & Winaya, K. K. (2019). Karakteristik penderita Acne vulgaris di Rumah Sakit Umum (RSU) Indera Denpasar periode 2014-2015. Jurnal medika Udayana. Vol.8 (11): 1-4.
Wulandari, A., Farida, Y., & Taurhesia, S. (2020). Perbandingan Aktivitas Ekstrak Daun Kelor Dan Teh Hijau Serta Kombinasi Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(2), 23–29.
DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i2.425
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Journal Indexed by:



Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.


