PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI UOBF PUSKESMAS JERUKLEGI I CILACAP
(1) Universitas Al-Irsyad Cilacap
(2) Universitas Al-Irsyad Cilacap
(3) Universitas Al-Irsyad Cilacap
(*) Corresponding Author
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang umum terjadi di Indonesia, merupakan 10 penyakit terbanyak yang terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cilacap. Salah satu masalah dalam penanganan ISPA adalah pemberian antibiotik tanpa indikasi yang tepat, dosis yang tidak sesuai, serta penggunaan tanpa resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. ISPA adalah satu dari penyakit dimana menimbulkan mortalitas maupun morbiditas, terutama pada anak-anak dan lansia. Pemberian edukasi mengenai cara penggunaan antibiotik yang benar dan pencegahan terjadinya infeksi menjadi hal yang sangat penting. Untuk mencegah dan menghindari resistensi pada penggunaan antibiotika maka diperlukan edukasi/informasi yang berhubungan dengan cara penggunaan antibiotika yang benar agar masyarakat memahami tentang penggunaan antibiotika yang tepat dan rasional, serta pemberian edukasi terkait efek samping yang bisa di timbulkan dengan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA rawat jalan di UOBF Puskesmas Jeruklegi I Cilacap tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan jenis penelitian non-eksperimental. Perlakuan terhadap subyek uji dengan rancangan analisa secara deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah peresepan antibiotik pada pasien ISPA pelayanan rawat jalan dengan di Instalasi Farmasi UOBF Puskesmas Jeruklegi I bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2023 sebanyak 95 resep pasien ISPA yang menggunakan terapi antibiotik. Analisis data sekunder dari resep pasien periode Januari–Desember 2023. Hasil dari 95 data pasien yang dianalisis, mayoritas pasien yang menerima antibiotik berada dalam kelompok usia dewasa (35,79%), diikuti oleh pra-lansia (25,26%) dan lansia (24,21%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu ciprofloxacin (54,74%), amoxicillin (28,42%) dan cefadroxil (16,84%) dengan lama pemakaian 5 hari. Semua antibiotik diberikan dalam bentuk tablet atau kapsul dengan dosis 500 mg. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kepatuhan terhadap standar pengobatan dan mencegah resistensi antibiotik.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
References
Agustina, T. G., & Rahmawati, F. (2024). Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Dewasa Dengan Diagnosis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Non Pneumonia Pada Faskes Tingkat Satu. Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran, 2(1), 28–32. https://prosidingcosmic.fk.uwks.ac.id/index.php/cosmic/article/view/22
Aprilla, N., & Yahya, E. (2019). Hubungan Antara Perilaku Merokok Pada Orang Tua Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Desa Pulau Jambu Wilayah Kerja Puskesmas Kuok Tahun 2019. Jurnal Ners, 3(1), 112–117. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners
Dasopang, E. S., Hasanah, F., & Nisak, C. (2019). Analisis Deskriptif Efek Samping Penggunaan Obat Anti Tuberculosis Pada Pasien TBC Di Rsud Dr. Pirngadi Medan. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 2(1), 44–49. https://doi.org/10.36656/jpfh.v2i1.180
Suminar, D.F. (2022). Rationality of Antibiotics Use With Quantitative and Qualitative Methods At Hospital in Indonesia. Pharmacology, Medical Reports, Orthopedic, and Illness Details (Comorbid), 1(1), 73–82. https://doi.org/10.55047/comorbid.v1i1.66
Eveliani, B. V., & Gunawan, S. (2021). Karyawan Universitas Tarumanagara. Jurnal Muara Medika Dan Psikologi Klinis, 1(1), 30–39.
Ferliani, F. (2024). Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Infeksi.
X(X). Gotcsik, M. (2012). Textbook of Clinical Pediatrics. https://doi.org/10.1007/978-3-642-02202-9
Hashary, A. R., Manggau, M. A., & Kasim, H. (2018). Analisis Efektivitas Dan Efek Samping Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Di Instalasi Rawat Inap Rsup Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Majalah Farmasi Dan Farmakologi, 22(2), 52–55. https://doi.org/10.20956/mff.v22i2.5701
Kemenkes RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2406 Tahun 2011 Tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Menteri Kesehatan Republik Indoonesia, 19(6), 34–44.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Kinerja Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–119.
Maharani, D., Yani, F. F., & Lestari, Y. (2017). Profil Balita Penderita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 152. https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.662
Maidi, M., Dewi, C., & Idrus, M. (2024). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dengan Metode Gyssens di Puskesmas Tanjung Harapan Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Periode Januari – Juni 2022. 3(5).
Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Laporan Nasional 2013,http://www.dof.gov.my/en/c/document_library/get_file?uuid=e25cce1e-4767-4acd-afdf-67cb926cf3c5&groupId=558715
Riyanti, V. (2020). Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Anak Penderita Ispa Di Apotek Husada Nirmala Klaten Tahun 2019. http://librepo.stikesnas.ac.id/id/eprint/452%0Ahttp://librepo.stikesnas.ac.id/452/2/KTI.pdf
Ruslin, Jabbar, A., Wahyuni, Malik, F., Trinovitasari, N., Agustina, et.al (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.33772/mosiraha.v1i1.5
Sari, W. K., Advitasari, Y. D., & Elisa, N. (2024). Pola Peresepan Antibiotik Untuk Pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) di Klinik X Kota Semarang. Cendekia Journal of Pharmacy, 8(1), 17–27.
Susanti, M. A., Mahardhika, G. S., Rujito, L., Darmawan, A. B., & Anjarwati, D. U. (2020). The Examination of mecA gene in Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and inappropriate antibiotic uses of healthcare workers and communities in Banyumas. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia,11(3), 257–265.
Swandari, M. T. K., Sari, A. A. W., & Setiyabudi, L. (2021). Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Uptd Puskesmas Cilacap Utara 1 Periode Januari-Desember 2020. Jurnal Farmasi Klinik Dan Sains, 1(1), 45. https://doi.org/10.26753/jfks.v1i1.679
Syadilarama, Aldi. (2021). Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ispa Dewasa Bagian Atas Di Klinik Hasanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Periode Januari-Juni 2021. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medikapangkalan Bun.
WHO. (2001). WHO global strategy for containment of antimicrobial resistance, World Health Organisatin. WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistance, WHO/CDS/CS, 1–105.
Penggunaan Antibiotik Di Puskesmas Rasimah Ahmad Bukit tinggi. Journal of Pharmaceutical And Sciences, 2(2), 43–48. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.25
DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.410
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Journal Indexed by:



Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.


