UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Propinebacterium acnes PENYEBAB INFEKSI PADA JERAWAT

DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.391

Rokhana Rokhana(1*), Dian Wahyu(2)

(1) Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang
(2) Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang
(*) Corresponding Author

Abstract


Propinebacterium acnes dikenal sebagai bakteri yang turut memicu proses peradangan pada kelenjar sabaseus, sehingga kondisi tersebut dapat berkembang menjadi munculnya jerawat. Upaya penelusuran senyawa antibakteri dari berbagai ekstrak tumbuhan terus dikembangkan untuk memperoleh komponen bioaktif yang mampu menekan mikroorganisme patogen. Lidah buaya (Aloe vera L) termasuk tanaman obat yang diketahui memiliki beragam molekul aktif dengan potensi sebagai antibakteri. Tujun penelitian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana ekstrak etanol dari lidah buaya mampu menurunkan laju perkembangan bakteri Propinebacterium acnes. Metode penelitian ini dilaksanakan melalui rancangan uji eksperimental di laboratorium yang menerapkan pola post test control group design only sebagai kerangka utama pengamatan. Uji kemampuan antibakteri dilakukan dengan memanfaatkan teknik difusi cakram Kirby Bauer. Pada tahap awal, suspensi Propinebacterium acnes disebarkan secara merata di atas permukaan medium Muller Hinton Agar (MHA) memakai kapas steril agar pertumbuhan bakteri berlangsung homogen. Setiap disk cakram diberi perlakuan berupa ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Larutan garam fisiologis ditempatkan sebagai kontrol negatif, sedangkan klindamicin digunakan sebagai kontrol positif. Seluruh cawan uji diinkubasi dalam suasana anaerob pada suhu 37°C dalam waktu 24 jam. Diameter zona hambat yang muncul di bagian sekitar cakram kemudian diukur. Hasil pengamatan selanjutnya diolah secara statistik melalui uji Mann Whitney. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak gel lidah buaya mampu membentuk area hambatan dengan diameter 7 mm pada konsentrasi 40%, 7,75 mm pada konsentrasi 60%, 8,75 mm pada konsentrasi 80%, dan 9 mm ketika konsentrasi mencapai 100%. Kontrol positif menghasilkan zona hambat berukuran 33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan pembentukan area jernih. Peningkatan kadar ekstrak berhubungan langsung dengan bertambah lebarnya zona hambat yang muncul di sekitar cakram uji. Ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propinebacterium acnes

Keywords


Propinebacterium acnes; lidah buaya (Aloe vera L); Aktivitas antibakteri; Difusi cakram

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 4 times | PDF files downloaded : 2 times

References


Faradila, S. N. (2015). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa balbisina) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes. Universitas Islam Negri Syarifhidayatullah Jakarta, 1

Faradila, S. N. (2015). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa balbisina) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes. Universitas Islam Negri Syarifhidayatullah Jakarta, 1.

Fatimah, S., Prasetyaningsih, Y., Baru, H.Y. (2021). Uji Efektivitas Ekstrak Gel Lidah Buaya (Aloe vera L) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. Forte Journal Vol. 01, No. 02, 25.

Fauziah. (2020). Formulasi Dan Uji Sifat Fisik Masker Wajah Peel-off Dari Ekstrak Sabut Kelapa (Cocos nucifera L). Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 42-51.

Firmansyah, A. (2017). Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi Dalam Menghambat Pertumbuhan Candida alba. Jombang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang.

Febrial H., Nur Hasanah (2023). Uji Hambat Aktivitas Bakteri Propinebacterium acnes Terhadap Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah (Alpina purpurata(K) Schum). Medika Jurnal Udayana. Vol 12 No 1

Kamal, S.E., Saputri, D.S. (2018). Uji Aktivitas Infusa Daun Lidah Buaya (Aloe Vera L) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat. Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol. IV No. 7, 1.

Khofidhoh, Z. (2015). Efektivitas Infusa Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Penyebab Sariawan Secara In vitro. University Research Coloquium, 31-37.

Larassati, A. (2019). Inventarisasi tumbuhan berkhasiat obat di sekitar pekarangan di kelurahan sentosa. jurnal indobiosains. vol 1 no 2, 76-87.

Lutfi, M. (2019). Efek Pemberian Sediaan Dekokta Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Terhadap Peningkatan Aktivitas Fisik Tubuh Dengan Metoda Harvard Step Test. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Perintis Padang Yayasan Perintis Padang.

Malfadinata, S. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica Keiskei). Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram.

Marjoni, M. R. (2016). Dsar-dasar Fitokimia Untuk Diploma III. Makassar: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Madelina W., Sulistiyaningsih. Review: Resistensi Antibiotik pada Terapi Pengobatan Jerawat. J Farmaka. 2018;16(2):105–17

Meilina N.E., Hasanah A.N. Review Artikel: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garnicia mangostana L.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Farmaka. 2013;16(2):322–8

Mukhriani. (2014). Ekstraksi, Pemisahan senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. jurnal kesehatan volume VII No. 2, 361.

Nainggolan, M. (2019). Penuntun dan Laporan Praktikum Mikrobiologi Farmasi. Medan: Laboratorium biologi (mikrobiologi) farmasi USU.

Ngojaw, M., Abidjulu, J., Kamu, V.S. (2013). Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal MIPA Unsrat Online 2 (2), 128.

Nuri, U. (2019). Uji Efe Sediaan Krim Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) Pada Penyembuhan Luka Sayat Terhadap Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Politeknik kesehatan kemenkes Medan jurusan farmasi.

Nurjanah, Aprilia, B.E., Fransiskayana, A., Rahmawati, M., Nurhayati, T. (2018). Senyawa bioaktif rumput laut dan ampas teh sebagai antibakteri dalam formula masker wajah. jurnal pengolahan hasil perikanan indonesia, 304.

Pratiwi, (2008). Mikrobiologi Farmasi. Erlangga

Riski, R. (2015). Formulasi Krim Antijerawat Dari Nanopartikel Kitosan Cangkang Udang Windu (Penaeusmonodon). JF FIK UINAM Vol.3 No.4, 153-161.

Salim, Z. (2017). Info Komoditi Tanaman Obat. Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

Siahaan, R. R. (2017). Klasifikasi Jenis-Jenis Jerawat Menggunakan Multilayer Perceptron. Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara Medan.

Sihaan, R. (2018). Klasifikasi Jenis-jenis Jerawat Menggunakan Multilayer Perceptron. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Suhaimi, Indrawati, T., Kumala, S. (2018). Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Kering Lidah Buaya (Aloe vera (L) brum. f.) Dan Ekstrak Kental Daun Sirih Merah (Piper crocatum ruiz & pav) Untuk Antibakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK) Vol 15 No. 1, 12.

Syafitri, M. (2020). Identifikasi Bakteri Pada Jerawat (Acne) Pada Wajah. Padang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang.

Yusitta, Y. (2018). Efektivitas Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera L) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Instan Cendekia Jombang.

Yusmaini, H., Bahar, M. (2018). Efek Antimikroba Ekstrak lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Isolat Bakteri Penyebab Acne




DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.391

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google ScholarGarudaSINTA Dimensions Crossref

Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. Web
Analytics View My Stats