UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN METODE TRANSIT INTESINAL

DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.412

Annik Megawati(1), Muhammad Khoiruzzad(2), Lilis Sugiarti(3*), Hasty Martha Wijaya(4), Rohmatun Nafi'ah(5)

(1) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(2) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(3) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(4) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(5) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Diare merupakan keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal ditandai dengan kandungan air yang lebih dari biasanya yaitu lebih dari 200 ml/24 jam, serta tinja berbentuk encer dan frekuensi pengeluarannya lebih dari 3 kali sehari. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antidiare adalah umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dalam menghambat diare pada mencit. Desain penelitian menggunakan Post test only Control Group Design. Mencit putih Jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Mencit diinduksi dengan minyak jarak secara peroral, setelah 1 jam diberi perlakuan pada masing masing kelompok secara peroral. Kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC-Na 0,5%.Kelompok kontrol positif (K+) diberi loperamid 0,052 mg/20g BB. Kelompok P1 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 150 mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 300 mg/kgBB. Kelompok P3 ekstrak etanol umbi bawang merah 450 mg/kgBB. Nilai antidiare kemudian dihitung. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang merah mengandung flavonoid, tanin dan fenol. Hasil rata rata nilai antidiare pada masing masing Kelompok yaitu : Kontrol negatif yaitu 0,84, kontrol positif yaitu 0,35, dosis 150mg/kg BB yaitu 0,24, dosis 300mg/kg BB yaitu 0,23, dosis 450mg/kg BB yaitu 0,33 . Hasil SPSS menunjukkan data yang dianalisa bersifat normal, tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan. Dari Ekstrak etanol umbi bawang merah dapat memberikan aktivitas antidiare pada mencit yang diinduksi minyak jarak. Dosis efektif ekstrak etanol umbi bawang merah adalah 150mg/KgBB.


Keywords


Ekstrak etanol umbi bawang merah; Antidiare; Minyak jarak

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 5 times | PDF files downloaded : 2 times

References


Ariastuti, R., Fransiska, E. & Indriyati. (2019). Profil pengunaan obat tradisional sebagai pengobatan alternatif pada masyarakat di desa Kalijirak, Karanganyar. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia. 12(1):1-8.

Endarini, L.H. (2016). Farmakognosi dan Fitokimia. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Fadilah, N.N., Agustiena, G.S. & Rizkuloh, L.R. (2022). Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun katuk (Breynia androgyna (L.)) pada mencit putih dengan metode transit intestinal. Jurnal Ilmu Kefarmasian. 3(2):331–340.

Hujjatusnaini, N., Indah, B., Afitri, E., Widyastuti, R. & Ardiansyah. (2021). Buku referensi ekstraksi. Palangka Raya : IAIN Palangka Raya.

Kemenkes. (2020). Rencana aksi program pencegahan dan pengendalian penyakit tahun 2020-2024. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Kemenkes. (2022). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lina, R.N. & Astutik, M.D. (2020). Efek antidiare ekstrak etanol umbi rumput teki ( Cyperus rotundus L .) terhadap mencit putih. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik. 17(1):8–13.

Lina, R. N., & Rahmawaty, A. (2021). Uji efek antidiare kombinasi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) dan rumput teki (Cyperus rotundus L.) pada mencit jantan. Cendekia Journal of Pharmacy. 5(1):55-64.

Marwan, D.W., Faisal, F. & Mili, S. (2024). Analisis efektifitas pemberian ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan hiperglikemia. Collaborative Medical Journal. 7(2):1–10.

Rasyid, S.A., Sanatang, S. & Purnama, T. (2021). Pendampingan kepada masyarakat dengan memanfaatkan bahan pangan sebagai alternatif pertolongan pertama diare pada penderita dyspepsia. Jurnal Pengabdian Saintek Mandala Waluya. 1(1):8–12.

Rizal, M., Yusransyah, Y., & Stiani, S.N. (2017). Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol 70% kulit buah jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) ) terhadap mencit jantan yang diinduksi oleum ricini. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2(2):131-136.

Saptowo, A., Supriningrum, R. & Supomo. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidi. Al ulum Sains dan Teknologi . 7(2):93–97.

Setijaningsih, T., Hawari & Rahmawati. (2020). Gambaran pertolongan pertama dalam keluarga pada penanganan balita diare di poli MTBS UPTD puskesmas se-Kota Blitar. Journal of Borneo Holistic Health. 3(2):129–139.

Wahid, A.R., Wardani, A.K. & Astuti, R. (2018). Uji efek antidiare ekstrak etanol daun sawo (Manilkara zapota L.) terhadap mencit jantan dengan metode transit intestinal. Jurnal Ulul Albab. 22(2):61–63.

WHO. (2024). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease.




DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.412

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google ScholarGarudaSINTA Dimensions Crossref

Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. Web
Analytics View My Stats