EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI UPT. PUSKESMAS X KUDUS

DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v9i3.403

Heni Setyoningsih(1*), Dian Wahyu Ningsih(2), Sri Fitrianingsih(3)

(1) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(2) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(3) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan peradangan yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang anak – anak khususnya usia balita umur 1 – 5 tahun. Pengobatan ISPA non pneumonia yang rasional apabila penggunaan obat telah tepat dan sesuai dengan pedoman yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia pada pada pasien balita di UPT. Puskesmas X Kudus Periode Januari – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan metode observasional yang dilakukan dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi rekam medik pasien yang jelas dan lengkap dengan diagnosa ISPA non pneumonia yang berusia 1 – 5 tahun di UPT. Puskesmas X Kudus periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan sampel 160 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa evaluasi rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia yang dilihat berdasarkan tepat pasien didapatkan 100%, tepat indikasi didapatkan 100%, tepat obat didapatkan 100%, dan tepat dosis didapatkan 88,1% dari 160 pasien. Hasil analisis bivariat dengan uji kendall’s tau-b menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah obat per lembar resep dengan rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia dengan nilai p-significancy 0,012 (<0,05).


Keywords


Rasionalitas; ISPA non pneumonia; Jumlah Item Obat

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 5 times | PDF files downloaded : 1 times

References


Agrina, A., Suyanto, S. & Arneliwati, A. (2014). Analisa aspek balita terhadap kejadian infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) di rumah, Jurnal Keperawatan, 5(2), pp. 115–120.

Amir, N. (2016). Evaluasi interaksi obat sebgai drug related problems (DRPs) pada pasien rawat inap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di puskesmas jumpandang baru makassar, Skripsi. dipublikasi. Universitas Islam Negeri Alauddi.

An Nisa, D. N. (2017). Evaluasi penggunaan antibiotik pada penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) anak di instalasi rawat jalan Rsud Dr. Moewardi tahun 2015, Skripsi. dipublikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Astiti, P. M., Mukaddas, A. & Safarudin (2017). Identifikasi drug related problems (DRPS) pada pasien pediatri pneumonia komunitas di instalasi rawat inap RSD madani provinsi sulawesi tengah, Galenika Journal of Pharmacy, 3(February 2016), pp. 57–63.

Elyana, M. & Candra, A. (2013). Hubungan frekuensi ISPA dengan status gizi balita, Diponegoro Journal of Nutrition and Health, 1(1), pp. 1–12.

Frianto, D. & Dewi, N. R. (2021). Pengaruh debu industri batu kapur terhadap prevalensi ISPA pada pediatrik dan rasionalitas obat ISPA di kecamatan pangkalan, Pharma Xplore, 6(1), pp. 1–10.

Fujiastuti, G. (2016). Evaluasi drug related problems (DRPs) infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pasien pediatri di instalasi rawat inap salah satu rumah sakit daerah bangka, Skripsi. dipublikasi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Gitawati, R. (2014). Bahan aktif dalam kombinasi obat flu dan batuk-pilek, dan pemilihan obat flu yang rasional, Media Litbangkes, 24(1), pp. 10–18.

Harahap, O., Badiran, M. & Asriwati (2020). Analisis hubungan peresepan dengan penggunaan obat rasional di puskesmas bestari kecamatan medan petisah, Excellent Midwifery Journal, 3(1), pp. 12–25.

Hidayat, R. P. (2020). N-Acetylcysteine sebagai terapi toksisitas acetaminophen, Jurnal Medika Hutama, 02(01), pp. 231–237.

Ihsan, S., Sabarudin., Leorita, M., Syukriadi, A. & Ibrahim, M. (2017). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat ditinjau dari indikator peresepan menurut world health organization ( WHO ) di seluruh puskesmas kota kendari tahun 2016, Medula Jurnal, 5(1), pp. 402–409.

Iskandar, A., Tanuwijaya, S. & Yuniarti, L. (2015). Hubungan jenis kelamin dan usia anak satu tahun sampai lima tahun dengan kejadian infeksi saluran pernapasan a (ISPA), Global Medical & Health Communication (GMHC), 3(1), p. 1.

Ismaya, N. A. (2016). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non-pneumonia anak rawat jalan di RSUD kota tanggerang selatan, EduMasda Journal, 1(1).

Kemenkes (2011). Pedoman pengendalian infeksi saluran pernafasan akut, Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI (2018) Laporan riskesdas 2018, Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta, pp. 154–165.

Musdalipah, M., Nurhikma, E. & Sartika, S. (2017). Identifikasi DRPs (drug related problems) penderita ispa pasien pediatrik di instalasi farmasi rumah sakit, Warta Farmasi, 6(1), pp. 37–49.

Muti, A. F. & Octavia, N. (2018). Kajian penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan WHO dan prescribing errors di apotek naura medika depok, Sainstech Farma, 11(1), pp. 25–30.

Nahabila, R., Lapau, B. & Herniwanti (2018). Faktor risiko kejadian ISPA non pneumonia pada anak balita di wilayah kerja Pusksmas Harapan Raya Kota Pekanbaru, Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan, 9(1), pp. 16–27.

PIONAS (2017). Klorpeniramin maleat chlorpheniramine maleate 1., Pionas, (3), pp. 1–12.

Priyono (2016). Hubungan paparan polutan debu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas mojolaban sukoharjo, Skripsi. dipublikasi. Stikes Kusuma Husada Surakarta.

Radiah, N. & Hidayani, D. (2020). Rasionalitas penggunaan obat pada pasien Ispa ( Pneumonia dan Non Pneumonia ) anak di Puskesmas Mataram, Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi, 8(1), pp. 27–30.

Rafita, I. D., Lisdiana & Marianti, A. (2016). Pengaruh ekstrak kayu manis terhadap gambaran histopatologi dan kadar sgot-sgpt hepar tikus yang diinduksi parasetamol, Life Science, 4(1), pp. 29–37.

Sugiarti, T., Sidemen, A. & Wiratmo (2015). Studi penggunaan antibiotik pada pasien penyakit ISPA usia bawah lima tahun di instalasi rawat jalan puskesmas sumbersari periode 1 januari-31 maret 2014, Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(2), pp. 262–266.

Yuniar, C., Anggadiredja, K. & Islamiyah, A. (2017). Evaluation of rational drug use for acute pharyngitis associated with the incidence and prevalence of the disease at two community health centers in indonesia, Scientia Pharmaceutical Care, 85(22), pp. 1–10.

Zatihulwani, E., Sukartini, T. & Krisnana, I. (2017). Development of model on mothers self-efficacy in preventing recurrence of non-pneumonia acute respiratory infection among toddlers, Jurnal Ners, 12(2), pp. 171–179.




DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v9i3.403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google ScholarGarudaSINTA Dimensions Crossref

Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. Web
Analytics View My Stats