ANALISIS ZAT BERBAHAYA KLORIN PADA DIAPERS (POPOK BAYI SEKALI PAKAI) SECARA KOLORIMETRI
(1) Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang
(2) Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang
(*) Corresponding Author
Abstract
Klorin ( Cl2) merupakan salah satu unsur yang ada di bumi dan jarang dijumpai dalam bentuk bebas. Menurut Permenkes No. 472/Menkes/Per/V/1996 klorin termasuk bahan berbahaya yang bersifat racun dan menyebabkan iritasi. Diapers atau Pampers merupakan alat yang berupa popok sekali pakai berdaya serap tinggi yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Dampak terburuk dari penggunaan popok yang salah, selain mengganggu kesehatan kulit bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorin (Cl2) yang terdapat pada pampers bayi sekali pakai dengan menggunakan metode Analisa Kualitatif dan Kuantitatif dengan metode Kolorimetri. Jenis penelitian ini deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 10 sampel pampers bayi yang bermerek dan yang tidak bermerk. Hasil penelitian dari 10 sampel Diapers ( popok bayi ) terdapat 3 sampel yang positif mengandung klorin. Dengan kadar yang kecil yaitu 0,02 mg/l, 0,03 mg/l dan 0,05mg/l.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
References
Diena, (2009). Popok Modern bisa Sebabkan Mandul. Diakses pada tanggal 10 Juli 2015. http//Dienaanakbunda.net/new/.
Budiarja, Siti Aisyah. (2009). Perawatan Kulit Pada Bayi Dan Balita. Jakarta : FKUI Press.
Angelina, S. (2012). Analisis Formaldehida pada Popok Bayi (Disposable Diapers) Dengan Metode Spektrofotometri Visibel. (Skripsi). Padang: Universitas Andalas.
Depkes RI, (1996). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 472/Menkes/Per/V/1996 Tentang Penggunaan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Dian Novita S. (2009). Perbedaan Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beras Sebelum Dan Sesudah Dimasak Tahun 2009. Skripsi FKM USU.
Hasan, A. (2006). Dampak Penggunaan Klorin. 7 (1). Diakses dari www.kelair.bppt.go.id/Jtl/2006/vol7- 1/10klorin.pdf.
Menurut Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, (2007). Tentang klorin
Permana, (2013). Pengetahuan Klorin Secara Umum Dimasyarakat
BPOM, RI. (2014). Sodium Hipoklorit. Diakses dari http://ik.pom.go.id/v2014/katalog/NATRIUM%20 HIPOKLORIT.pdf.
Rozanto, N.E. (2015). Tinjauan Kondisi Sanitasi Lingkungan Kolam Renang, Kadar Sisa Klor, dan Keluhan Iritasi Mata pada Perenang di Kolam Renang Umum Kota Semarang Tahun 2015. Skripsi. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Diakses dari http://lib.unnes. ac.id/22941/1/6411411212.pdf
Dwikarya, Maria. (2004). Menjaga Organ Intim. Jakarta: Kawan PustaAdiwasatra, A. 1989. Sumber, Bahaya serta Penanggulangan Keracunan.Bandung : Penerbit Angkasa.
Blaszczak, Agata. (2014). Facts about Chlorine. Dikutip melalui www.livescience.com (4 Februari 2018).
Badan POM RI (Sentra Informasi Keracunan, Pusat Informasi Obat dan Makanan). (2012). Efek Klinis Klorin. Buku IV Bahan Tambahan Pangan.
Nasution, S. M. (2013). Analisa Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beberapa Merek Pembalut Wanita yang Beredar Di Pusat Perbelanjaan Di Kota Medan. Skripsi.Medan : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Natalia, S. (2010). Penentuan Kadar Klorin Air Baku Produksi di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan Dengan Metode Kolorimetri. Jurnal Universitas Sumatera Utara, 13(3). Retrivied July 8, 2016, From http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19476
Andrias, Monika. (2015). Klorin Bebas dan Total Klorin. Universitas Andalas Padang
Hazlianda, P. C. (2014). Dermatitis Popok. Laporan Kasus. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.
DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v10i1.393
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Journal Indexed by:



Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.


