EVALUASI PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ONKOLOGI SOLO

DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v7i2.235

Hilda Fanesa Putri(1), Lusia Murtisiwi(2*)

(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
(2) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


High-alert medication (HAM) merupakan definisi suatu perobatan pada saat ketidak sengajaan penggunaannya. Kelompok obat high-alert meliputi obat yang terlihat mirip dan kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM, atau Look Alike Sound Alike/LASA), elektrolit konsentrasi tinggi (misalnya kalium klorida 2meq/ml atau yang lebih pekat, kalium fosfat, natrium klorida lebih pekat dari 0,9%, dan magnesium sulfat =50% atau lebih pekat), dan obat sitostatika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi secara langsung mengggunakan lembar checklist evaluasi kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo diperoleh hasil sebesar 97,18% pada obat high alert kategori LASA, 100% pada obat high alert kategori eleketrolit konsentrat tinggi dan 66,67% pada obat high alert kategori sitostatika dengan indikator kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SNARS 2022 dan Standar Prosedur Operasional (SPO) Praktik Apoteker Indonesia Tahun 2013.

 


Keywords


Penyimpanan Obat; High Alert; Rumah Sakit Onkologi Solo

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 421 times | PDF files downloaded : 1030 times

References


Aldhwaihi, K., Schifano, F., Pezzolesi, C., & Umaru, N. (2016). A systematic review of the nature of dispensing errors in hospital pharmacies. Dove Medical Press Limited, 1-10.IPRP-95733-a-systematic-review-of-the-nature-of-dispensing-errors-in-ho (dovepress.com)

Arikunto, S. (2008). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka. Cipta.

Asyikin, H. A. (2018). Studi Implementasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Sejati Farma Makassar. Media Farmasi, 14(1), 85. https://doi.org/10.32382/mf.v14i1.87

BPOM RI. (2012). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik. Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia.

Ciociano, N., Grisi, L., Bagnasco, L., Giovanna Elberti, M., & Mazzarella, M. (2017). Risk assessment of look-alike, sound-alike (LASA) medication errors in an Italian hospital pharmacy: A model based on the “Failure Mode and Effect Analysis.” Journal of Health and Social Sciences, 2(1), 47–64. https://doi.org/10.19204/2017/rsks4

Donadear, A., Prawesti, A., & Anna, A. (2012). Gambaran Pelaksanaan Kemoterapi Di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Fahriati, A. R., Aulia, G., Saragih, T. J., Wijayanto, D. A. W., & Hotimah, L. (2021). Evaluasi Penyimpanan High Alert Medication Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Tangerang. Edu Masda Journal, 5(2), 56. https://doi.org/10.52118/edumasda.v5i2.131

Haskas, Y., Kadrianti, E., & Rahantalin, V. H. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Patient Safety Di Ruangan Perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(3), 223–227. https://doi.org/10.35892/jikd.v14i3.253

Ikatan Apoteker Indonesia. (2013). Pedoman Praktik Apoteker Indonesia Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Tahun 2013. Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

ISMP National Medication Errors Reporting Program. (2018). ISMP List of High-Alert Medications in Acute Care Settings. In ISMP.

Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2020.101607%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijsu.2020.02.034%0Ahttps://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/cjag.12228%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ssci.2020.104773%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.jinf.2020.04.011%0Ahttps://doi.o

Kemenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes. (2019). Modul Teori 2 Manajemen Patient Safety. Palangkaraya: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2022). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1128 Tahun 2022 Tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusnadi, S. A. (2014). Manajemen Obat di Rumah Sakit (Vol. 8).

https://www.researchgate.net/publication/317104254

Mulac, A., Taxis, K., Hagesaether, E., & Granas, A. G. (2021). Severe and fatal medication errors in hospitals: findings from the Norwegian Incident Reporting System. Eur J Hosp Pharm, ;28:e56–e61.

National Institute for Occupational Safety and Health. (2004). Antineoplastic Agents Occupational Hazards in Hospital. Columbia: DHHS (NIOSH). NIOSH Publication Number 2004-102 - Antineoplastic Agents - Occupational Hazards in Hospitals (cdc.gov)

Octavia, D. R. (2019). Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi RSI Nashrul Ummah Lamongan Berdasarkan Standart Nasional Akreditasi RS. Jurnal Surya, 11(01), 27–34. https://doi.org/10.38040/js.v11i0.80

Oetari, R. (2018). Teknik Aseptis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Quick, J. D. (2012). Management Sciences for Health MDS-3: Managing Access to Medicines and Health Technologies. Arlington, VA: Management Sciences for Health. https://doi.org/10.1596/9780821378632_ch09

Rusli. (2016). Farmasi Rumah Sakit Dan Klinik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://r2kn.litbang.kemkes.go.id/handle/123456789/68066?show=full%0Ahttp://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/Etika-Profesi-dan-Hukes-SC.pdf

Rusli. (2018). Bahan Ajar Farmasi Klinik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (PDF) FArmasi RS dan Klinik Komprehensif | dhea savila - Academia.edu

Saputera, M. M. A., Niah, R., Rini, P. P., & Soraya, A. (2019). Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi RSD Idaman Banjarbaru. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(2), 205–211. https://doi.org/10.36387/jifi.v2i2.416

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Wahyuni, A., Rita Puspa Negara, A., & Nurmiati, N. (2021). Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert Di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung Banjarbaru. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.36387/jifi.v4i2.241

Yuliasari, L. (2019). Gambaran Penyimpanan Obat HAM (High Alert Medication) DI Iinstalasi Farmasi RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo Periode Februari 2019. In Universitas Muhammadiyah Magelang. Universitas Muhammadiyah Magelang.




DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v7i2.235

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google Scholar OneSearch Garuda Ristekdikti PKP Index Crossref

Copyright of Cendekia Journal of Pharmacy. ISSN: 2599-2163 (Print) dan 2599-2155 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. Web
Analytics View My Stats