<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-03T23:12:00Z</responseDate>
	<request from="2019-07-11" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/272</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:02Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIP TINT KOMBINASI BUAH BIT DAN EKSTRAK KULIT  BUAH MANGGIS SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI PELINDUNG BIBIR</dc:title>
	<dc:creator>Farika, Annisaul</dc:creator>
	<dc:creator>Jauharina, Lutfia Miftach</dc:creator>
	<dc:creator>Maulida, Amalia Rahmadina</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianingsih, Ida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lip tint; buah bit; kulit buah manggis; antioksidan; DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bibir merupakan bagian tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat perubahan kondisi lingkungan. Beberapa permasalahan pada bibir yang sering terjadi yaitu kering, pecah-pecah dan juga kehitaman. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh adanya radikal bebas yang dapat mengakibatkan penuaan dini. Sehingga untuk meminimalisir terjadinya kerusakan bibir akibat adanya radikal bebas, maka diperlukan antioksidan. Betasianin dan betalain merupakan pigmen warna dalam buah bit yang berpotensi digunakan sebagai pewarna alami yang dapat memberikan warna ungu kemerahan. Beberapa penelitian telah membuktikan daya antioksidan dari kulit buah manggis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan bibir seperti kering, pecah-pecah, dan kehitaman yang dapat disebabkan oleh radikal bebas, yang berpotensi menyebabkan penuaan dini. Oleh karena itu, digunakan antioksidan dari kombinasi betasianin dan betalain dari buah bit serta ekstrak kulit manggis yang telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Sediaan lip tint dihasilkan dalam tiga formula dengan variasi kombinasi buah bit dan ekstrak kulit manggis, yaitu F1 (3%:3%), F2 (3,5%:2,5%), dan F3 (4,5%:1,5%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi kriteria baik untuk sediaan lip tint. Variasi konsentrasi zat aktif memengaruhi pH, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Formula I memiliki nilai aktivitas antioksidan paling tinggi, yaitu dengan nilai IC50 sebesar 34,67, menunjukkan aktivitas antioksidan yang efektif dalam melindungi bibir dari kerusakan akibat radikal bebas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/272</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.272</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/272/156</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/41</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembuatan Etanol  Dari Nira Tebu Dengan Metode Fermentasi</dc:title>
	<dc:creator>Nafi'ah, Rohmatun</dc:creator>
	<dc:creator>Devi, Susan Prima</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ethanol;nira tebu;fermentation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">TebuÂ is one of the many plants found in the Holy area of Central Java, which has a high sugar content. The raw material for making ethanol is sugary, starchy and fibrous. NiraÂ is one of the by-products of a sugar cane factory which has a high sugar content. The study of making ethanol from Nira TebuÂ as a raw material for medicine using fermentation methods was carried out on a laboratory scale. The purpose of this study was to produce ethanol from Nira TebuÂ as a raw material for chemical drugs by fermentation method.The procedure of this study was through the pretreatment stage, the hydrolysis stage, and the fermentation stage. The fermentation process with the addition of yeast and lasts for 7 days with the volume of sugarcane juice used is 5 liters. Yeast used for fermentation is 1,2,3,4 and 5 grams and varies from 1-7 days of fermentation time. Furthermore, ethanol levels and acidity levels (pH) were determined from Nira Tebu. So that from the results of the study it can be obtained the most optimal ethanol levels with variations in the amount of yeast and the length of fermentation time.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 32-36</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/41/38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/291</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:35:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI PENGGUNAAN DAN BIAYA OBAT ANTIDIABETES ORAL PROGRAM RUJUK BALIK DENGAN METODE ATC/DDD &amp; DU 90% DI APOTEK SANA FARMA KABUPATEN KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Asro, Iqbal Khabib</dc:creator>
	<dc:creator>Wildayanti, Wildayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratitis, Mera Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:creator>Tunggadewi, Aprillia Puspitasari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiabetes Oral; ATC/DDD; Diabetes Melitus; DU 90%; FORNAS PRB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus merupakan penyakit menahun/kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan pada kadar gula darah melebihi batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pola penggunaan dan biaya obat Program Rujuk Balik (PRB) dengan metode ATC/DDD   DU 90% dan kesesuaian dengan FORNAS PRB di apotek Sana Farma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektif, merupakan suatu metode pengumpulan data yang berhubungan dengan masa lalu. Penelitian ini mengggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pola pengguanan obat antidiabetes yang dapat menggambarkan frekuensi/kekerapan penggunaan obat antidiabetes oral PRB (Program Rujuk Balik) BPJS di apotek Sana Farma. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan obat antidiabetes oral berdasarkan metode ATC/DDD dan DU 90%, diperoleh nilai total DDD/1000 hari rawat jalan sebesar 37718,5 DDD/1000 hari rawat. Penggunaan obat antidiabetes oral DDD/1000 hari rawat dan antidiabetes yang memiliki nilai tertinggi adalah glimepiride sebesar 20568,4 DDD/1000 hari rawat, kemudian diikuti dengan metformin sebesar 8451,1 DDD/1000 hari rawat, dan Biaya penggunaan antidiabetes oral PRB BPJS yang terbesar adalah acarbose 100 mg sebesar Rp. 1.888.380,00. Secara umum konsumsi obat antidiabetes tertinggi di apotek Program Rujukan Balik (PRB) yang termasuk segmen DU 90% penggunaan obat tertinggi meliputi glimepiride (54,53%), metformin (22,40%), akarbose (16,39%), dan gliklazid (4,45%), Sedangkan antidiabetes yang masuk dalam segmen 10% meliputi glikuidon (1,91%) dan glibenklamid (0,32%). Kesesuaian obat dengan FORNAS sudah mencapai 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/291</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.291</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 145-161</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/291/172</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/55</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Suplementasi Ekstrak Propolis Terhadap Ketebalan Otot Polos Bronkiolus pada Mencit Asma</dc:title>
	<dc:creator>Palupi, Dian Arsanti</dc:creator>
	<dc:creator>Luqyana, Nadhifah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">asma; ketebalan otot polos bronkiolus; ekstrak propolis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Asma bronkial ditandai dengan peradangan saluran nafas kronis, dan timbul secara klinis penyempitan jalan nafas (mengi dan dyspnea) dan batuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis sebagai terapi asma terhadap ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma. Mencit betina Balb/C  25 ekor yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), teofilin (K3), ekstrak propolis (K4), kombinasi teofilin + ekstrak propolis (K5). Pada hari ke-0 mencit disensitisasi dengan  10µg  OVA+ 1 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril  0,9% secara intraperitoneal. Pada hari ke-14  20µg  OVA+ 2 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril  0,9% secara intraperitoneal Pada hari ke-21, ke-23, ke-25 mencit diinhalasi OVA1%. Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok  K3 diberi teofilin 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis dosis 4 mg/ hari dan kelompok K5 diberi kombinasi teofilin + ekstrak propolis. Pada hari ke-40 mencit diterminasi untuk dianalisis ketebalan otot polos bronkiolus. Perbandingan antara kelompok negatif rata-rata rata-rata 5,35± 0,06 µm dapat diturunkan dengan ekstrak propolis (K4) rata-rata 3,73± 0,2 µm, nilai p=0,01 artinya antara kelompok kontrol negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna secara statistik. Ekstrak propolis  terbukti dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit asma</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 52 - 59</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/55/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/317</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINGKAT KUALITAS HIDUP DAN EFEK SAMPING HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT X PATI</dc:title>
	<dc:creator>Setyoningsih, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Ismasari, Momok</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gagal Ginjal Kronik; Kualitas Hidup; Efek Samping; Hemodialisa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan tidak dapat pulih kembali atau dapat disebut juga irreversibel. GGK menjadi masalah besar dunia karena sulit disembuhkan, biaya perawatan dan pengobatannya mahal. Terapi GGK pada stadium akhir harus dilakukan dengan hemodialisa. Hemodialisis merupakan suatu bentuk terapi pengganti fungsi ginjal dengan menggunakan bantuan mesin dialyzer. Terapi hemodialisa pada pasien GGK harus dilakukan secara rutin. Hemodialisa menimbulkan beberapa kondisi munculnya efek samping dan menurunkan kualitas hidup pada pasien GGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa dan efek samping dari terapi hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan menggunakan lembar kuesioner WHOQOOL-BREF untuk mengetahui kualitas hidup pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X Pati dengan jumlah responden sebanyak 21 responden. Tingkat kualitas hidup pasien GGK memiliki rata-rata 85,7% yaitu kategori baik dilihat dari 4 dimensi. Dimensi ?sik masuk pada kategori baik, psikologis baik, sosial sangat baik, dan lingkungan baik. Pada penelitian ini mayoritas efek samping yang muncul yaitu hipertensi (32,61%), pusing atau sakit kepala (30,43%), anemia (15,21%), mual atau muntah (13,04%), kram otot (4,35%) dan gatal-gatal (4,35%). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 310-323</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/317/190</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/317/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/89</identifier>
				<datestamp>2020-12-09T14:55:41Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penetapan Kadar Flavonoid Total pada Juice Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.) yang Berpotensi Sebagai Hepatoprotektor dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis</dc:title>
	<dc:creator>Suharyanto, Suharyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Prima, Dela Anding Nadia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">flavonoid total; juice; daun ubi jalar ungu; spektrofotometri UV-Vis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hepar merupakan organ intestinal terbesar yang berfungsi diberbagai sistem metabolik tubuh, apabila enzim yang ada di sel hepar terlepas mengalami kerusakan. Flavonoid adalah salah satu senyawa yang dapat melindungi organ dalam contohnya hati. Jenis senyawa flavonoid terbesar, yang tersebar di buah dan sayur adalah Quersetin. Juice Daun Ubi Jalar Ungu terbukti memiliki kadar flavonoid. Masyarakat kini dapat membut juice daun ubi jalar ungu lalu diaplikasikan untuk campuran roti, membuat agar-agar ataupun puding. Analisis kualitatif menggunakan Uji Shinoda, NaOH 10%, dan H2SO4pekatyang hasilnya positif. Analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode AlCl3  dengan total flavonoid dinyatakan dalam QE (Quersetin Ekuivalen) pada panjang gelombang maksimum 429,5 nm dan operating time 30 menit. Hasil rata-rata kadar flavonoid total yang didapatkan dari juice daun ubi jalar ungu 435,09 mg QE/100g dan nilai koefisien variasi yaitu 1,11094%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Suharyanto, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Program Studi D-3 Farmasi</dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 110-119</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/89/69</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/89/3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/363</identifier>
				<datestamp>2025-12-22T04:37:52Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI KASUS PEMBUATAN PERMEN JELLY BERBAHAN DASAR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BAYAM MERAH (EEBM) DAN EKSTRAK ETANOL BUNGA KRISAN (EEBK)</dc:title>
	<dc:creator>Puspadewi, Yuniar Angelia</dc:creator>
	<dc:creator>kusbandiyah, Jiarti</dc:creator>
	<dc:creator>Devyanti, Elva</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Etanol Bayam Merah;Ekstrak Etanol Bunga Krisan; Permen Jelly; Pektin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jelly candy is one of the most popular products because it is made from fruit or vegetables so that it has unique properties and has more nutritional value than other candies. Jelly candy sold in the market generally uses chemical essence ingredients. The ingredients for making jelly candy consist of sugar, pectin and a combination of red spinach ethanol extract and chrysanthemum flower ethanol extract as the basic ingredients so that it has a chewy and elastic texture. This study aims to determine the right composition of the amount of pectin, sugar, drying time in order to produce jelly candy with good quality and nutritional value. This study used a randomized block design (RAK) with organoleptic tests to assess the level of preference or suitability of a product so that it can be accepted by consumers. The study consisted of 4 groups of jelly candy with each group different for the amount of EEBM and EEBK, Sugar, Pectin, and drying time while the temperature for all groups was the same, namely 60ºC. Group 1 (PJF1) consists of EEBM   EEBK: 30g, Sugar: 40gr, Pectin: 3gr,, Time: 2 hours. Group 2 (PJF2) consists of EEBM   EEBK: 20g, Sugar: 30gr, Pectin: 4gr, Time: 2 hours. Group 3 (PJF3) consists of EEBM   EEBK: 15gr, Sugar: 20gr, Pectin: 5gr, Time: 3 hours. Group 4 (PJF4) consists of EEBM   EEBK: 10gr, Sugar 10gr, Pectin: 6gr, Time: 3 hours. The results of the study conducted on 12 female teenage panelists showed that to produce jelly candy made from red spinach ethanol extract and chrysanthemum flower ethanol extract that is good and preferred in terms of color, aroma, texture and taste can be made by using 3gr of pectin, 40gr of sugar, temperature 60ºC and drying time 2 hours.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/363</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i2.363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 117-124</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/363/207</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/134</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T10:40:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIFITAS ANTIASMA EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) TERHADAP JUMLAH EOSINOFIL DAN SEL MAST YANG TIDAK TERDEGRANULASI</dc:title>
	<dc:creator>Palupi, Dian Arsanti</dc:creator>
	<dc:creator>Freistanti, Eliana</dc:creator>
	<dc:creator>Apriliani, Vasti Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak jahe merah; eosinofil; degranulasi sel mast; asma</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran nafas yang ditandai dengan sesak nafas, batuk, nyeri dada, mengi yang terdapat peran sel-sel inflamasi seperti eosinofil, neutrofil, limfosit dan lain-lain. Jahe merah sejak lama terbukti mempunyai aktivitas farmakologis dan sudah digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh ekstrak jahe merah terhadap penurunan jumlah eosinofil dan sel mast pada mencit asma. Sebanyak 20 ekor mencit Balb / C yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), kontrol positif / deksametason (K3), kelompok ekstrak jahe merah (K4). Pada hari ke 0 dan 7, mencit disensitisasi dengan Ovalbumin secara intraperitoneal Pada hari ke 14, 16, 18 mencit disensitisasi ulang dengan inhalasi menggunakan OVA 1% dalam NaCl 0,9% steril pada hari ke 18 sampai 25, kelompok K1 dan K2 diberi CMC. Na, kelompok K3 diberi deksametason 1,3? / hari, kelompok K4 diberi ekstrak jame merah 3,9 mg / hari, Tiap perlakuan dilakukan pada waktu yang sama. Pada hari terakhir inhalasi dimulai hari ke-18, ke-19, ke-20, ke-21, ke-22, ke-23, ke-24, ke-25. pada hari ke 25 mencit diterminasi untuk dianalisis jumlah eosinofil dan jumlah sel mast yang stabil. Ekstrak jahe merah dapat menurunkan jumlah eosinofil mencit asma dibandingkan dengan kelompok negatif nilai p  0.05 Eksrak jahe merah dapat menurunkan degranulasi sel mast mencit asma dibandingkan dengan kelompok negatif nilai p  0.05 .Kesimpulan, ekstrak jahe merah terbukti secara statistic signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan mencegah degranulasi sel mast.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/134</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.134</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 81-91</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/134/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/406</identifier>
				<datestamp>2026-01-08T08:59:57Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 9 No. 3 Tahun 2025</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/406</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i3.406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 271-276</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/406/224</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/153</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai Agen Antikanker Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Adelya, Lintang</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Pisga Chrisita</dc:creator>
	<dc:creator>Auw, Zerlinda Clara</dc:creator>
	<dc:creator>Winengku, Radhita Tyastu Puteri</dc:creator>
	<dc:creator>Mase, Mase</dc:creator>
	<dc:creator>Setyaningsih, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Riswanto, Florentinus Dika Octa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kanker payudara; herba bandotan; antikanker; fitokonstituen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker payudara termasuk dalam kasus yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berbagai upaya penanganan kanker telah dilakukan, namun dinilai belum memuaskan mengingat efek samping yang cukup serius. Keragaman hayati mendorong pengujian bahan-bahan alam yang berpotensi sebagai agen antikanker payudara. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) secara empiris diketahui memiliki berbagai efek farmakologis termasuk sebagai agen antikanker. Penulisan review artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan senyawa fitokimia pada herba bandotan seperti flavonoid, chromene, terpenoid, alkaloid, minyak atsiri, kumarin, sterol, glikosida, tanin dan saponin yang terbukti memiliki aktivitas antikanker. Oleh karena itu, herba bandotan (Ageratum conyzoides L.) diyakini memiliki potensi besar sebagai agen antikanker payudara. Namun masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut secara in vivo maupun in vitro mengenai efektivitas dan keamanan herba bandotan sebagai agen antikanker payudara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/153</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.153</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/153/103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/212</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PERBANDINGAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP KRIM BODY SCRUB  EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.)</dc:title>
	<dc:creator>Kristiani, Monica</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Anasthasia</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Rakhmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak daun kelor; Krim body scrub; Karakteristik fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dampak yang paling terlihat akibat paparan radikal bebas pada kulit adalah penuaan dini seperti adanya kerutan dan flek hitam. Salah satu upaya melindungi kulit dari pengaruh radikal bebas adalah dengan penggunaan kosmetika antioksidan. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah daun kelor (Moringa oleifera Lamk.), yang selanjutnya dibuat dalam bentuk sediaan krim body scrub. Krim body scrub dibuat dengan menggunakan bahan tambahan tween – span 80 sebagai emulgator dengan perbandingan 1:1, 2:1, 1:2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi emulgator terhadap karakteristik fisik krim body scrub ekstrak daun kelor..Pembuatan krim body scrub daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) menggunakan metode pencampuran. Karakteristik fisik krim body scrub yang diujikan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, tipe krim. Data hasil pengujian di analisis menggunakan pendekatan teoritis dan statistik mengunakan uji parametrik Oneway ANOVA.Hasil pengujian organoleptis, formula I, II dan III krim body scrub ekstrak daun kelor menunjukkan hasil yang sama yaitu bentuk setengah padat, memiliki bau khas ekstrak daun kelor, warna hijau, terasa kasar saat diaplikasikan pada kulit dan menunjukkan homogenitas yang baik. Nilai pH semua formula sama yaitu 6. Rata-rata diameter penyebaran yang dihasilkan pada semua formula berada pada rentang nilai 4,9 – 5,03 cm. Daya lekat semua formula lebih dari 1 detik. Hasil analisis statistik pada semua hasil pengujian menyatakan bahwa perbandingan jumlah emulgator tween-span 80 tidak berpengaruh pada hasil mutu fisik sediaan. Tipe krim body scrub yaitu minyak dalam air (M/A).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/212</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.212</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 270-280</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/212/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/223</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:03:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DI DESA SEMIREJO KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI</dc:title>
	<dc:creator>Wildayanti, Wildayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Pratitis, Mera Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Hesti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan, Vaksinasi Covid-19, Kesadaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Covid-19 merupakan virus yang ditularkan secara zoonosis antara manusia dan hewan. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya pencegahan dalam menangani masalah Covid-19 yang mana dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk vaksinasi covid-19 ditentukan dari pengetahuan masyarakat. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Pengetahuan mendasari seseorang dalam mengambil sebuah keputusan dan menentukan tindakan dalam menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat prospektif, dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu acidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Dengan sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data dari dari penelitian ini menggunakan Rank Spearman. Hasil karakteristik responden paling banyak yaitu untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 61 responden (55,5%), untuk usia remaja (17-25 tahun) sebanyak 53 responden (48,2%), untuk pendidikan SMA/SMK sebanyak 67 responden (60,9%), untuk pekerjaan buruh sebanyak 31 responden (28,2%). Hasil analisis didapatkan pengetahuan cukup dan hasil penelitian dari kesadaran yaitu baik. Hasil analisa Rank Spearman mendapatkan nilai sig (0,014)   pvalue (0,05) dengan tingkat keeratan 0,226 yang positif. Yang berarti tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 memiliki hubungan yang lemah terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati tahun 2022.  Sedangkan arti positif yaitu searah sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 maka semakin baik pula kesadaran yang dimiliki masyarakat. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dengan tingkat keeratan yang lemah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/223</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.223</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 79-88</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/223/141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/36</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI BATANG TANAMAN YODIUM  (Jatropha multifida Linn)  SEBAGAI  SENYAWA ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 SECARA IN VITRO</dc:title>
	<dc:creator>Rokhana, Rokhana</dc:creator>
	<dc:creator>Ainiyah, Ainiyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus;ekstrak batang yodium;aktivitas antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The search for bioactive compounds sources it continue to do because of the emergence of pathogenic bacteria that are resistant to antibiotics. Iodine plants(Jatropha multifida Linn) has flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and jatropins. The flavanoid content in iodine plants can inhibit bacterial growth. Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium that can cause infections characterized by tissue damage accompanied by purulent abscesses. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of methanol extract of iodine plant stem against Staphylococcus aureus in vitro. Types of laboratory experimental research. The sample used in the study was iodine plant (Jatropha multifida Linn) extrac concentration used 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Using the Kirby bauer diffusion method. The results showed that there was antibacterial activity on iodine stems which showed a clear zone around the cactam disk at concentrations of 40% (10mm) 60% (12 mm), 80% (14mm), 100% (17 mm).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/36</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/36/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/282</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 1 Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/282</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 105-110</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/47</identifier>
				<datestamp>2019-12-12T04:38:13Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Pengetahuan Penggunaan Antibiotik SMK Kesehatan</dc:title>
	<dc:creator>Septiyana, Ria</dc:creator>
	<dc:creator>Iqomah, Muhammad Khabib Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gambaran; pengetahuan; siswa smk</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendahuluan: Antibiotika merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri dimana antibiotika rute per oral merupakan pilihan pertama pada terapi  infeksi.  Berbagai  studi  menemukan  bahwa sekitar  40 -62% antibiotika digunakan secara tidak tepat, antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotika Metode: Desain penelitian menggunakan non eksperimen Experimental. Jumlah sampel 104 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penggumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Usia responden mayoritas 16 tahun sebanyak 147 responden (91,9%), mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak  148 reponden (91,9%). Pengetahuan penggunaan antibiotik siswa SMK kesehatan mayoritas sedang (93,3%) Diskusi : Hasil uji analisa statistik dengan menggunakan uji Mann Withney Test, mendapat p value 0,000 (p  0,05) terdapat terdapat perbedaan pengetahuan penggunaan antibiotik pada siswa SMK kesehatan dan SMK non kesehatan.   </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">LLDikti Wilayah 6 Jawa tengah</dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i2.47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 123-129</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/47/48</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/47/1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/318</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK</dc:title>
	<dc:creator>Andriani, Disa</dc:creator>
	<dc:creator>Ovikariani, Ovikariani</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Eka Wisnu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun belimbing wuluh; patch; antipiretik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun Belimbing wuluh mempunyai aktivitas antipiretik karena mengandung flavonoid, terpenoid, steroid. Pemilihan sediaan patch pada penelitian kali ini karena sediaan patch dapat mengontrol penghantaran obat, menghindari first pass metabolisme dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antipiretik daun belimbing wuluh dalam sediaan patch trandermal  yang dibuat dalam 2 konsentrasi yaitu 0,5% dan 1%. Ekstraksi daun belimbing wuluh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat 2 formula sediaan patch transdermal. Uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji pH, uji ketebalan, uji daya tahan lipatan dan uji daya serap kelembapan. Uji aktivitas antipiretik dilakukan dengan hewan uji mencit yang diinduksi dengan ragi brewer. Data yang diperoleh diolah dengan statistik Analysis of Variance. Hasil Uji menunjukkan Patch Transdermal ekstrak daun belimbing wuluh memenuhi kontrol kualitasnya. Hasil uji antipiretik Patch transdermal ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5% dan formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 1% memiliki efek antipiretik yang hampir sama, tetapi pada formula 2 memberikan efek daya antipiretik yang lebih tinggi dibanding dengan formula 1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/318</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.318</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 254-264</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/318/185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/87</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 89 - 94</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/87/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/338</identifier>
				<datestamp>2025-11-10T04:09:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI DURIAN MONTONG (Durio zibethinus Murr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA FORMULASI SABUN CAIR</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarti, Lilis</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Dian Arsanti</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Hasty Martha</dc:creator>
	<dc:creator>Susiloningrum, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Mujoko, Bagas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak biji durian montong; formulasi sabun cair; Staphylococcus aureus; uji antibakteri; zona hambat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit infeksi masih banyak diderita oleh penduduk negara berkembang, termasuk Indonesia yang disebabkan karena adanya bakteri yang tumbuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu alternatif untuk mengatasi penyakit infeksi dilakukan dengan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Biji buah durian montong merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji durian montong terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada sediaan sabun cair. Metode: Ekstrak biji durian montong diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair dengan variasi perbedaan konsentrasi ekstrak biji durian montong (Durio zibethinus Murr) F0 (basis), F1 (3,1%), F2 (7,1%) dan F3 (11,1%). Sediaan sabun cair diuji sifat fisik seperti uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji iritasi, selanjutnya dilakukan uji antibakteri untuk mengetahui diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumuran. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak biji durian montong pada sabun cair mempengaruhi uji organoleptik dan pH. Tetapi tidak mempengaruhi uji homogenitas, tinggi busa dan iritasi. Kesimpulan: semakin besar konsentrasi ekstrak biji durian montong yang diberikan pada formulasi sabun cair maka semakin besar pula diameter zona hambat yang akan dihasilkan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i1.338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 79-89</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/338/200</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/120</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T11:03:11Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAPASITAS ADSORPSI MEMBRAN SELULOSA BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERMODIFIKASI NA2-EDTA DENGAN VARIASI WAKTU DAN KONSENTRASI LOGAM Cr (VI)</dc:title>
	<dc:creator>Nafi'ah, Rohmatun</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmi, Hasan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata Kunci: Kapasitas adsorpsi, Eceng gondok, Selulosa termodifikasi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Batang eceng gondok memiliki kandungan selulosa yang berpotensi sebagai bahan utama dalam pembuatan membran selulosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan variasi konsentrasi terhadap kapasitas adsorpsi membran selulosa batang eceng gondok termodifikasi Na2-EDTA pada logam Cr (VI). Selulosa dihasilkan dari proses ekstraksi sokletasi, tahap pemutihan dan hidrolisis. Selulosa murni dimodifikasi dengan Na2-EDTA menggunakan katalisator H2SO4. Hasil analisis penetapan kapasitas adsorpsi dengan variasi waktu kontak 25 menit nemiliki nilai 0,84 mg/g, waktu kontak 35 menit dengan nilai 0,78 mg/g dan waku kontak 45 menit dengan nilai 0,75 mg/g. Kapasitas adsorpsi dengan variasi konsentrasi 15 ppm memiliki nilai 0,5275 mg/g, konsentrasi 30 ppm dengan nilai 1,2304 mg/g dan variasi 45 ppm dengan nilai 1,9925 mg/g. Kapasitas adsorpsi membran selulosa batang eceng gondok terhadap logam Cr (VI) yang optimal berada pada waktu kontak 25 menit dengan konsentrasi logam Cr (VI) 45 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Rohmatun Nafi’ah1, Hasan Fahmi2 Program Studi S-1 Farmasi, STIKES Cendekia Utama Kudus Jln. Lingkar Raya Kudus-Pati Km. 5 Jepang Mejobo Kudus 59381 Email: nafistikescenut@gmail.com, asmodeusriot@gmail.com</dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/120</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 16-27</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/120/80</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/120/14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/378</identifier>
				<datestamp>2026-01-08T08:59:57Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI TERIPANG SEBAGAI AGEN ANTI-GASTRITIS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>Arianto, Cindy Chavally</dc:creator>
	<dc:creator>Indratmoko, Septiana</dc:creator>
	<dc:creator>Issusilaningtyas, Elisa</dc:creator>
	<dc:creator>Sukmawati, Dinar Danan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fucoidan; Gastritis; Gastroprotektif; Teripang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang umum terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif dan mekanisme pertahanan mukosa. Keterbatasan terapi konvensional, termasuk meningkatnya resistensi antibiotik dan risiko efek samping jangka panjang, mendorong pencarian agen gastroprotektif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan merangkum bukti ilmiah mengenai potensi teripang (Holothuroidea) sebagai agen anti-gastritis melalui systematic literature review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak tujuh artikel orisinal memenuhi kriteria inklusi setelah proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Data diekstraksi menggunakan formulir standar yang memuat spesies teripang, komponen bioaktif, desain penelitian, metode induksi gastritis, dan parameter biologis. Analisis dilakukan secara naratif karena heterogenitas desain penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komponen bioaktif utama teripang, yaitu fucoidan, peptida, dan polisakarida sulfat, memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri terhadap Helicobacter pylori. Aktivitas tersebut berkontribusi pada pengurangan stres oksidatif, penurunan ekspresi sitokin proinflamasi, serta perbaikan struktur dan regenerasi mukosa lambung. Selain itu, beberapa studi melaporkan peningkatan aktivitas enzim pertahanan endogen serta modulasi mikrobiota usus, yang turut mendukung efek protektif mukosa. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi signifikan sebagai agen alami pendukung pencegahan dan terapi gastritis. Namun, penelitian pra-klinis terstandar dan uji klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan konsistensi aktivitas farmakologisnya sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka atau produk nutraseutikal berbasis bukti.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i3.378</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 219-232</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/378/216</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/122</identifier>
				<datestamp>2021-11-30T09:05:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE EFFECTIVENESS TEST OF CIPLUKAN (Physalis angulate L.) LEAF EXTRACT ON WOUND  HEALING IN MALE RABBIT (Oryctolagus cuniculus) WISTAR STRAIN</dc:title>
	<dc:creator>Mahmudah, Baiq</dc:creator>
	<dc:creator>Umboro, Recta Olivia</dc:creator>
	<dc:creator>Apriliany, Fitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Incision wound;ciplukan leaves;tannins</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">  An incision wound is a wound that occurs because of a sharp incision on the skin. This wound can occur in the dermis and epidermis of the skin with a depth 0,3cm, and length of 1,5cm. If not handle properly, the cut can develop into an infected wound. Ciplukan leaves (Physialis angulata L.) contain tannins compounds. Tanin compound can accelerate wound healing with cellular mechanism. The purpose of this study is to determine the ability of ciplukan leaves extract as an alternative medicine in healing the incisions.This study is an experimental study using a completely randomized design wich using 3 treatment groups of male rabbit (Oryctolagus cuniculus) consisted of: 1st group  negative control (vaselin flava), 2nd group positive control (povidone iodine), 3rd group ciplukan leaves extract test with 3 different concentrations (15%, 30%, 45%). Wound healing was observed for 20 days.The results of the analysis using One-way ANOVA, Kruskal Wallis obtained a value of p?0.05, showed the extract of ciplukan leaves is effective in healing incisions . The healing ability equivalent to positive control with a healing time of 13 days was shown at a concentration of 45%. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/122</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i2.122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 196-205</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/122/99</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/415</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 1 Tahun 2026</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/415</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.415</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; 96-101</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/415/237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/191</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 1 Tahun 2022</dc:title>
	<dc:creator>Primadevi, Susan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 112-211</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/191/115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/196</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:11:32Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA SUPPLY CHAIN PERSEDIAAN FARMASI SAAT PANDEMI COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Kusreni, Kusreni</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Sutopo Patria</dc:creator>
	<dc:creator>Suhartono, Suhartono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19, Manajemen Risiko, Persediaan Farmasi, Rumah Sakit, supply chain managemen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Manajemen risiko rantai pasok dalam persediaan farmasi di Rumah sakit memerlukan perhatian serius dari para manajer, selain karena risiko itu sering terjadi, juga dampak signifikan dari potensi kejadian risiko terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.Umumnya kinerja rantai pasok, berhubungan dengan keandalan, kecepatan dalam merespon, ketepatan dalam pengadaan, ketepatan dalam  pemenuhan  fulfilment, fleksibilitas, biaya, dan ketepatan lead time dari aktivitas logistik.Potensi kejadian risiko-risiko tersebut bisa terjadi, dan bila benar - benar terjadi, tentu akan berdampak pada kinerja manajemen rantai pasok persediaan Farmasi di Rumah sakit. Manajemen risiko juga perlu dipertimbangkan dalam kondisi tidak normal misalnya kondisi bencana. Seperti pada sekarang ini yaitu sedang mewabahnya pandemi covid-19. Penelitiaan ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Focus Group Disscussion (FGD) kepada informan yang terdiri dari penanggung jawab logistik instalasi farmasi, petugas Gudang farmasi, kepala Unit Layanan Pengadaan dan staf Unit Layanan pengadaan .Hasil yang diperoleh pada identifikasi risiko dan analisis manajemen risiko pada supply Chain persediaan farmasi saat pandemic covid-19 asesmen risiko sudah dapat menghasilkan daftar risiko, perlakuan risiko sudah benar namun belum menurunkan tingkat kegawatan risiko dikarenakan kompleksitas dari rencana perlakuan tersebut. Karena banyak faktor eksternal yang terlibat. Komunikasi masih tergolong kurang berjalan baik, bagi internal Instalasi Farmasi maupun dari unit kerja terhadap ekternal Rumah Sakit, namun  konsultasi sudah berjalan dan menghasilkan solusi, walaupun tidak punya daya ungkit yang berarti. Integrasi pengelolaan supply dan demand yang saling berhubungan dengan pergerakan antara produk maupun pelayanan jasa dari pemasok ke pelanggan. Kinerja dan kualifikasi dari pemasok harus menjadi Analisa risiko dalam proses rantai pasok persediaan farmasi rumah Sakit, pemasok yang buruk merupakan salah satu resiko yang dihadapi pembeli ( rumah sakit), sehingga pembeli harus memperhatikan hal tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/196</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.196</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 29-36</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/196/133</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/248</identifier>
				<datestamp>2023-09-29T17:59:16Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS TERAPI POST TRABEKULEKTOMI PADA PASIEN GLAUKOMA DI RUMAH SAKIT MATA SOLO</dc:title>
	<dc:creator>Adiningsih, Retnowati</dc:creator>
	<dc:creator>Setyoningsih, Heni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Glaukoma; trabekulektomi; efektivitas; antiglaukoma; post trabekulektomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Glaukoma merupakan penyakit yang mengakibatkan kerusakan saraf optik sehingga terjadinya gangguan sebagian atau seluruh lapang pandang diakibatkan oleh tingginya tekanan bola mata seseorang, apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan. Prevalensi glaukoma di Indonesia sebesar 0,46%. Salah satu penatalaksanaannya dengan tindakan trabekulektomi. Sebelum dilakukan trabekulektomi, pasien mendapatkan terapi pre trabekulektomi dan setelahnya mendapatkan terapi post trabekulektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi pre dan post trabekulektomi pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Mata Solo. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental deskriptif bersifat retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien glaukoma Rumah Sakit Mata Solo periode Januari - Oktober 2021. Efektivitas terapi post trabekulektomi dilihat dari kategori complete success bila TIO ? 21 mmHg tanpa obat antiglaukoma dan qualified success bila TIO ? 21 mmHg atau terjadi penurunan TIO ? 30% dengan obat antiglaukoma. Hasil penelitian ini didapatkan sampel post trabekulektomi sebanyak 73 pasien, 53 pasien (72,60%) efektif dalam terapi post trabekulektomi dan 20 pasien (27,40%) tidak efektif dalam terapi post trabekulektomi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i2.248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 176-186</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/248/151</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/273</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:05Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940 GEL EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus)</dc:title>
	<dc:creator>Nahira, Nahira</dc:creator>
	<dc:creator>Nopiyanti, Vivin</dc:creator>
	<dc:creator>Widyasti, Jena Hayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biji alpukat; luka sayat; gel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biji alpukat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin sebagai antibakteri. Sediaan gel adalah sediaan topikal setengah padat yang nyaman saat digunakan karena menciptakan lingkungan lembab, dingin, dan memiliki daya serap yang baik serta mudah dicuci dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 pada ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) yang diformulasikan dalam sediaan gel pada penyembuhan luka sayat terhadap kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pembuatan ekstrak biji alpukat diperoleh menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat dalam sediaan gel dan dilakukan mutu fisik serta stabilitas sediaan. Pengujian aktivitas penyembuhan luka sayat menggunakan hewan uji kelinci masing-masing diberi luka sayat dengan 7 perlakukan. Formula gel dilakukan uji mutu fisik dan stabilitas dengan metode cycling test. Hasil penelitian menunjukan variasi konsentrasi karbopol 940 mempengaruhi mutu fisik dan efektivitas penyembuhan luka sayat terhadap kelinci. Formula  yang paling efektif pada penyembuhan luka sayat terhadap kelinci dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik adalah formula 2 dengan variasi konsentrasi karbopol 1,5%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/273</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.273</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 62-70</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/273/162</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/53</identifier>
				<datestamp>2019-12-12T04:38:13Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG OBAT KERAS TERHADAP PEMBELIAN DAN KEPATUHAN PASIEN MINUM OBAT ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DOKTER DI APOTEK KABUPATEN KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiyanto, Kristin Catur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik; Kepatuhan Pasien minum Obat ; Obat Keras ; Pengetahuan Pasien ;Pembelian Obat;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK                Obat keras adalah obat yang berkhasiat keras dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter atau dapat diberikan oleh seorang apoteker (khusus obat yang masuk dalam daftar obat wajib apotek)(19). Antibiotik adalah bahan kimiawi yang dihasilkan oleh organisme seperti bakteri dan jamur yang dapat menganggu microorganisme lain(6). Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali didukung pula dengan mudahnya diperolehnya antibiotik secara bebas tanpa harus menggunakan resep dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pengetahuan pasien tentang obat keras terhadap pembelian obat dan pengaruh pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat antibiotik di kabupaten Kudus                Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang membeli antibiotik di Apotek Kabupaten Kudus dan terpilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sample yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan rumus perhitungan sampel Lemeshow untuk penelitian deskritif adalah 96 responden, namun ditambah 10% untuk mengantisipasi kemungkinan dropped out, sehingga jumlah sampel menjadi 110 responden.  Uji yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Corelasi bivariat untuk menyatakan adanya hubungan dan tingkat keeratannya, setelah diketahui adanya hubungan baru dilakukan uji regresi linier untuk mengetahui adanya pengaruh.                Dilihat dari hasil tanggapan responden pengetahuan pasien masuk dalam kategori baik dengan mean 24,31. Pembelian Obat masuk dalam kategori cukup, dengan mean 13,77. Kepatuhan minum obat antibiotik masuk dalam kategori baik dengan mean 16,21. Terdapat hubungan signifikasi antara pengetahuan pasien terhadap pembelian obat Antibiotik dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat antibiotik yang ditujukan dengan nilai Sig 0,000. Sedangkan dalam  hal  keyakinan terdapat adanya pengaruh pengetahuan pasien terhadap pembelian obat di apotek dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat yang ditunjukan dengan nilai Sig 0,000 ( 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i2.53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 74-84</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/53/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/299</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:57:51Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 2 Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.299</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; i-v</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/299/179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/75</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Terhadap Penurunan Cemaran Bakteri Coliform pada Tahu Segar</dc:title>
	<dc:creator>Rokhana, Rokhana</dc:creator>
	<dc:creator>Anugrahini, Deatri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kunyit; mpn coliform; tahu segar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tahu merupakan makanan olahan kedelai yang memiliki kandungan protein tinggi serta harganya relatif terjangkau oleh masyarakat. Cemaran bakteri pada tahu biasanya berasal dari bahan baku dan proses pengolahan tahu. Bakteri golongan coliform merupakan salah satu cemaran bakteri yang  terdapat dalam tahu segar. Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri dan kurkumin yang berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi serta antikanker. Tujuan penelitian ini utuk mengetahui kemampuan rimpang kunyit terhadap  penurunan  cemaran bakteri coliform pada tahu segar. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium sampel yang di gunakan tahu  segar yang direndam dalam larutan kunyit dengan konsentrasi: 25%, 50%, 75%, 100%. Metode yang di gunakan Most Probable Number (MPN) Coliform yang terdiri dari presumtive, confirmed dan complete test. Hasil penelitian menunjukkan cemaran bakteri Coliform tahu segar yang direndam dalam larutan kunyit 25% ( APM 1100/g) 50% (APM 460/g), 75% ( APM 210/g ) 100% (APM 93/g ) sebagai kontrol negatif tahu segar tanpa perendaman dalam larutan kunyit APM ? 24000/gr sampel. Terjadi Penurunan cemaran bakteri Coliform pada tahu segar yang direndam dalam larutan kunyit 25%, 50%, 75%, 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/75</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 31 - 37</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/75/57</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/342</identifier>
				<datestamp>2025-11-10T04:09:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI FITOFARMAKA (SIFITA) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN APOTEKER DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE HOT FIT</dc:title>
	<dc:creator>Suwarni, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Dasperi, Sazzalina Binti</dc:creator>
	<dc:creator>Toyo, Eleonora Maryeta</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:creator>Caesar, David Laksamana</dc:creator>
	<dc:creator>Atmodjo, Timmy Gondo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efektifitas; HOT Fit; SIFITA; Fitofarmaka; Apoteker</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan derajat kesehatan dan Sistem informasi menjadi kesehatan yang memudahkan dalam pelayanan kefarmasian merupakan langkah strategis untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Efektifitas pelayanan yang didukung oleh sistem informasi dapat dianalisis dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit). Terdapat SIFITA Sistem Informasi Fitofarmaka https://fitofarmaka.sijahe.com/ yang berisi informasi tentang fitofarmaka dan sediaan-sediaan fitofarmaka. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektifitas sistem informasi fitofarmaka (SIFITA) dalam meningkatkan pengetahuan apoteker di Kota Semarang dengan metode HOT Fit. Penelitian survei data kuantitatif menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data pada responden apoteker yang praktik pelayanan kefarmasian di Kota Semarang. Sampel sejumlah 381 apoteker dari Kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik Chi square dan dilanjutkan dengan mengetahui kekuatan hubungan. Hasil penelitian bahwa SIFITA (Sistem Informasi Fitofarmaka) disurvei dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit) dinilai efektif sebagai sistem informasi yaitu 92,13% menilai positif efektif dari aspek human, aspek organization 98,95% kemudian aspek technology 96,14% dan mempunyai persentase benefit 99,29%. Terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan fitofarmaka dan sediaan fitofarmaka dengan p=0,000 namun kekuatannya moderat. Sistem tidak mampu memberikan kepercayaan diri untuk merekomendasi sediaan fitofarmaka secara signifikan p=0,582 artinya tidak ada perbedaan signfikan antara kepercayaan diri apoteker dalam merekomendasikan sediaan fitofarmaka sebelum dan sesudah di dukung dengan SIFITA dan hubungan yang sangat lemah dalam memberikan perbedaan kemampuan merekomendasi ke pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang</dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/342</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i1.342</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 22-36</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/342/201</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/112</identifier>
				<datestamp>2020-11-23T14:55:42Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/112</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; i-vi</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/112/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/401</identifier>
				<datestamp>2025-12-22T04:37:52Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 2 Tahun 2025</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/401</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i2.401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 164-169</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/401/212</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/159</identifier>
				<datestamp>2021-11-30T09:05:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarti, Lilis</dc:creator>
	<dc:creator>Shofa, Jihaan Maila</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Morinda citrifolia L; ekstrak etanol daun mengkudu; KHM; Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering timbul serta dapat mengganggu para remaja. Pengobatan jerawat yang umumnya digunakan yaitu antibiotik seperti ampicillin, klindamisin dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain sebagai pengobatan jerawat dengan memanfaatkan bahan alam yaitu tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionobacterium acnes serta untuk mengetahui adanya korelasi antara aktivitas antibakteri dan konsentrasi ekstrak etanol. Metode yang dilakukan yaitu pengolahan sampel sampai diperoleh serbuk dan diekstraksi menggunakan metode maserasi serta diujikan pada bakteri dengan metode difusi cakram. Hasil yang didapatkan di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova, korelasi dan regresi linear, sedangkan perbedaan daya hambat antara dua bakteri menggunakan uji Independent Samples T- Test. Hasil uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikasi   0,05. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan nilai Asymp Sig (2-tailed)   0,05 dengan pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap diameter zona hambat Staphylococcus epidermidis sebesar 93,33% dan sebesar 98,19% pada Propionibacterium acnes. Konsentrasi ekstrak etanol daun mengkudu lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis daripada Propionibacterium acnes. Ekstrak Etanol Daun Mengkudu memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Ekstrak etanol lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis daripada Propionibacterium acnes.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/159</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i2.159</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 185-195</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/159/92</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/402</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI SALMONELLA DAN LACTOBACILLUS DALAM MINUMAN PROBIOTIK YANG BEREDAR DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Lily Yulia Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Ayuk Kurnia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Salmonella sp; Lactobacillus; Minuman probiotik; proses penyimpanan minuman probiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minuman probiotik merupakan produk cair yang di dalamnya terdapat mikroorganisme hidup, terutama kelompok bakteri asam laktat (BAL), yang berperan positif bagi kondisi tubuh, khususnya fungsi saluran cerna. Kehadiran probiotik membantu mempertahankan kestabilan komunitas mikroflora di usus, memperkuat respons imunitas, serta mendukung pemulihan berbagai gangguan pencernaan seperti diare maupun konstipasi, dan kondisi serupa lainnya. Tujuan penelitian ini diarahkan untuk menelaah keberadaan kontaminasi Salmonella sp. pada minuman probiotik yang disimpan di suhu ruang maupun pada kondisi dingin kurang dari 4°C. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk menilai mutu komunitas Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus) dalam minuman probiotik ketika produk tersebut disimpan pada kedua rentang suhu tersebut. Jenis penelitian yang diterapkan merupakan penelitian deskriptif analitik, sedangkan pendekatan yang digunakan mengacu pada metode Angka Paling Mungkin (APM). Sampel terlebih dahulu melalui proses pengenceran bertingkat sebanyak tiga kali, kemudian hasil pengenceran tersebut diinokulasikan dengan cara menggoreskannya pada permukaan media agar. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil minuman probiotik yang disimpan pada suhu ruang dan suhu  4°C tidak terdapat cemaran Salmonella sp. Sedangkan pada uji kualitas Lactobacillus, penyimpanan minuman probiotik pada suhu  4°C dari 6 sampel positif  Lactobacillus, pada penyimpanan suhu ruang diperoleh hasil negatif Lactobacillus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; 46-56</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/402/232</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/145</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Analgesik Kombinasi Ekstrak Etanol Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada Mencit Jantan dengan Metode Geliat</dc:title>
	<dc:creator>Lina, Rifda Naufa</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analgesik; kombinasi ekstrak; umbi rumput teki; daun kelor ; mencit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analgesik merupakan obat untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran. Efek samping yang berbahaya dapat ditimbulkan dari penggunaan obat kimia, sehingga tanaman tradisional dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan obat kimia yang dapat mengurangi efek samping obat. Umbi rumput teki dan daun kelor merupakan tanaman tradisional yang berpotensi sebagai obat dan mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu Flavonoid dan Alkaloid. Flavonoid berfungsi sebagai penghambat enzim siklooksigenase yang dapat menurunkan sintesis prostaglandindanalkaloid berfungsi menghambat biosintesis prostaglandin yang berpotensi sebagai analgesik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis efektif perbandingan kombinasi ekstrak etanol umbi rumput teki dan daun kelor untuk analgesik. Penelitian ini  bersifat true eksperimental dengan subjek mencit. Mencit dibagi menjadi tujuh kelompok yaitu kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (Parasetamol 500 mg/70kgBB), dosis tunggal ekstrak umbi rumput teki, dosis tunggal daun kelor dan tiga kelompok perbandingan dosis (1:1; 1/2:1/2; 1/4:1/4). Tiap hewan diberikan sediaan uji secara peroral lalu dilanjutkan induksi asam asetat 1% secara intraperitoneal satu jam kemudian. Hasil penelitian dianalisis dengan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) yaitu dengan one way anova kemudian diuji dengan uji Post Hoc Games-howell. Hasil penelitian menyatakan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kontrol positif dengan semua kelompok uji sehingga dapat dinyatakan semua kelompok uji mempunyai efek analgesik yang baik karena setara dengan parasetamol. Dosis perbandingan efektif yaitu pada dosis perbandingan kombinasi ekstrak etanol umbi rumpu teki dan daun kelor 1/2:1/2, karena memiliki nilai persen proteksi geliat dan persen efektifitas analgesik paling tinggi diantara kelompok uji lain yaitu 48,19% dan 98,75%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.145</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 55-64</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/145/109</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/145/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/219</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:41:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 2 Tahun 2022</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.219</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; i-v</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/219/130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/236</identifier>
				<datestamp>2023-09-29T17:59:16Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI NANOEMULGEL MINYAK ATSIRI PALMAROSA (Cymbopogon martinii) DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASINYA</dc:title>
	<dc:creator>Andriani, Disa</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Muhammad Saiful</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoemulgel; palmarosa essential oil; anti-inflammatory</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Palmarosa Essential Oil has the potential as an anti-inflammatory because it contains flavonoids, terpenoids, steroids. Nanotechnology can be used in dosage delivery systems, so that topical nanoemulgel preparations are made. This study aims to determine the physical quality of nanoemulgel and the effect of nanoemulgel preparations on anti-inflammatory effects in Wistar rats.The preparation of this nanoemulgel uses 3 formulas, with different ratios of Tween 80 and PEG 400, F1 tween 80 34% PEG 400 26%, F2 tween 80 36% PEG 400 24%, F3 tween 80 38% PEG 400 22%. The anti-inflammatory test method was carried out by subcutaneously inducing 2% carrageenin on the rat's back, resulting in edema formation. The data obtained was tested statistically with one-way ANOVA.The nanoemulsion characteristics test showed that all formulas were o/a type nanoemulsions, did not separate in the centrifugation test and the particle size was known to be F1 (149 nm), while F2 (136.6 nm) and F3 (132 nm). The physical quality test of nanoemulgel F1, F2, and F3 met all the requirements for a good physical quality test. The results of the F3 nanoemulgel anti-inflammatory test had the highest % inhibition of inflammation at 41.53% and based on statistical tests it was seen that the p-value   0.05 significance level which means not significantly different from the positive control</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i2.236</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 150-158</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/236/146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/231</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T15:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/253</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:02Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS PALIMANAN CIREBON TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator>Aripin, Zezep Zaenal</dc:creator>
	<dc:creator>Hikmah, Siti Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Ristia Aprisida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi; Pola Penggunaan Obat; Puskesmas Palimanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak di derita oleh masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia   18 tahun mencapai 34.1 %, tertinggi di Kalimantan Selatan (44,1 %), sedangkan angka terendah di Papua sebesar (22,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui golongan obat yang digunakan. Penelitian ini bertempat di Puskesmas Palimanan kabupaten Cirebon. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan dengan diagnosa hipertensi di puskesmas palimanan pada tahun 2022. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medis pasien rawat jalan hipertensi pada tahun 2022 yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang mana data dikumpulkan secara retrospektif, yang bersumber dari data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosa hipertensi pada tahun 2022 di Puskesmas Palimanan kabupaten Cirebon. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien hipertensi di Puskesmas Palimanan di dominasi oleh perempuan dengan rata – rata usia 45 – 59 tahun. Pola penggunaan obat yang diterapkan yaitu monoterapi dan golongan obat yang banyak digunakam yaitu golongan obat CCB dengan jenis obat Amlodipin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KHAS Kempek Cirebon</dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/253</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.253</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 10-16</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/253/157</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/42</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Pemberian Minyak Biji Kelor (Moringa Oliefera L.) Sebagai Terapi Asma Terhadap Gambaran</dc:title>
	<dc:creator>Palupi, Dian Arsanti</dc:creator>
	<dc:creator>Martati, Elma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">telfast OD;minyak biji kelor;epitel bronkiolus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">LATAR BELAKANGAsma adalah inflamasi kronik pada jalan nafas yang disebabkan oleh hiperresponsivitas jalan nafas, mukosa dan produksi mucus berlebih. Inflamasi ini biasanya kambuh dengan tanda gejala asma seperti batuk, dada sesak, wheezing dan disapnea. Minyak biji kelor (Moringa Oliefera L.)Â mengandung zat aktif isotiosianat dan glukosinolat yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan bronkidilatorÂ TUJUAN:MenganalisisÂ pengaruh pemberianÂ suplementasiÂ minyak biji kelorÂ (Moringa Oliefera L.)Â Â terhadap penurunan ketebalan epitel bronkiolus mencit asmaÂ yang diinduksi ovalbuminÂ METODE25Â ekor mencit jantan BALB/c Â umur 2-3Â bulan, dan dibagi menjadi 5Â kelompok. Kelompok I: normal tanpa perlakuanÂ OVA dan hanya diberi suspensi CMC Na 0,5% p.o, Kelompok II, II, IV dan V disensitisasi Â OVA secara intra peritoneal pada hari ke-0 dan ke-7. Kelompok II: kontrol negatif diberi suspensi CMC Na 0,5% p.o, Kelompok III: diberi Telfast ODÂ 0,32Â mg/hari p.o. Kelompok IV: diberi minyak biji kelor 0,4mL/hari. Kelompok V: Â diberi kombinasi Telfas OD 0,32mg/ hari p.oÂ dan minyak biji kelorÂ 0,4Â mL/ hari p.o. Hari ke-14, 15, 16, 17 kelompok II, III, IV dan V ditantang oleh OVA 1% Â secara inhalasi dengan alat nebulizer selama 20 menit. Dua puluh empat jam setelah pemaparan akhir, mencitÂ dikorbankan dengan dislokasi leherÂ untuk dilakukan uji histopatologi epitel bronkiolus dengan pewarnaan Hematoksilin EosinÂ HASILKombinasi Telfast ODÂ 0,32mg/hari Â dan minyak Â biji kelor 0,4mL/hari Â menunjukan hasil penurunan ketebalan epitel bronkiolus yang paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya.Â  KESIMPULAN :Suplementasi minyak biji kelor dapat menurunkan ketebalan epitel bronkiolus 17,26 Î¼m.Â Minyak biji kelor bersifat sinergis dengan Telfas OD dengan menurunkan ketebalan epitel bronkiolus pada mencit asma yang diinduksi Ovalbumin</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 37-43</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/42/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/290</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:35:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KORELASI TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TERJADINYA ANEMIA</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:creator>Nugrahani, Amelia Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fe; Hamil; Hemoglobin; Kepatuhan; MARS-5</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konsumsi tablet Fe atau zat besi sangat diperlukan ibu hamil untuk mencegah anemia, dan dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Anemia yang timbul pada masa kehamilan dapat menimbukan dampak seperti prematuritas, berat badan lahir rendah pada bayi, pendarahan postpartum, kematian ibu, persalinan caesar dan perkembangan mental anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kadar hemoglobin sebagai upaya mencegah terjadinya anemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, Data diambil secara prospektif sebanyak 54 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan februari hingga maret 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner MARS-5 dengan cara wawancara langsung serta melihat data buku KIA ibu hamil. Hasil uji korelasi menggunakan rank spearman didapatkan hasil total skor kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kadar hemoglobin P-value 0,003 dengan tingkat keeratan 0,339. Artinya terdapat hubungan signifikan dengan keeratan cukup. Kadar hemoglobin ibu hamil yang normal sejumlah 41 pasien (75,93%) dan pasien ibu hamil dengan kadar hemoglobin kurang terdapat sejumlah 13 pasien (24,07%). Kepatuhan ibu hamil yang tinggi sejumlah 31 pasien (57,41%) dan kepatuhan sedang sejumlah 23 pasien (42,59%). Simpulan terdapat korelasi tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe yang tinggi dengan P-value 0,003 dengan kadar hemoglobin dengan tingkat keeratan 0,399. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 162-171</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/290/173</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/81</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kadar Nilai Sun Protection Factor (SPF) pada Kosmetik Krim Tabir Surya yang Beredar di Kota Pati Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Dessy Erliani Mugita</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tabir surya; spf; spektrofotometer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sediaan krim tabir surya keefektifitasannya dapat dilihat pada nilai Sun Protection factor (SPF) yang tertera pada label produknya. , dimana nilai SPF diartikan sebagai hasil bagi dari jumlah energi UV yang dibutuhkan untuk mencapai minimal erythema dose (MED) pada kulit yang dilindungi oleh suatu tabir surya dengan jumlah energi UV yang dibutuhkan untuk mencapai MED pada kulit yang tidak diberikan perlindungan. Oleh karena itu, penentuan efikasi sediaan yang mengandung tabir surya sangat penting untuk melihat kepatuhan produsen kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kadar nilai SPF pada kosmetik krim yang beredar di Kota Pati. Sampel A, B, C, D, E diuji denganspektrofotometer secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dari panjang gelombang 290-320 nm tiap 5 nm dan diukur absorbansinya, dilakukan replikasi tiga kali berturut-turut, selanjutnya dihitung dengan persamaan Mansur. Diikuti dengan uji stabilitas fisik krim yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat.Uji sifat fisik krim pada pada uji organoleptis dan uji homogenitas memenuhi syarat yang uji yang ditetapkan.  Hasil  uji daya sebar krim, sediaan krim yang memiliki daya sebar paling besar berturut-turut krim B, krim A, krim D, krim E, terakhir krim C. Hasil uji daya lekat krim, sediaan krim yang memiliki daya lekat paling besar berturut-turut krim D, C, B, E dan A. Pada uji SPF didapatkan produk A pelarut  etanol dan etil asetat mendekati nilai SPF label, pada pelarut kloroform melebihi SPF label. Sedangkan pada krim B, C, D dan E hasil percobaan dibawah nilai label SPF sediaan.Krim tabir surya yang beredar di Kota Pati  mempunyai hasil nilai SPF yang berbeda dengan yang tertera  pada kemasan saat dilakukan uji nilai SPF dengan spektrofotometri UV-Vis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 69 - 79</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/81/53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/312</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA PARITAS, USIA KEHAMILAN, DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN BERAT BADAN LAHIR  DI KLINIK BERSALIN KABUPATEN KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Saputro, Arief Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Paritas; usia kehamilan; Kadar Hemoglobin; Berat Badan Lahir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: Birth weight is an indicator of newborn health, where a baby is born healthy and full term. In general, they have a birth weight of around 3000 grams. In general, normal birth weight for a baby is between 3000 grams and 4000 grams, and if it is below or less than 2500 grams it is said to be low birth weight.Objective: To determine the relationship between parity, gestational age, and hemoglobin levels with birth weight at the Kudus Regency Maternity Clinic.Method: This research is analytical observational with a cross sectional approach using total sampling techniques.Results: There is a relationship between parity and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.034 (p 0.05). There is a relationship between gestational age and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.000 (p 0.05). There is a relationship between hemoglobin levels and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.000 (p 0.05)Conclusion: There is a relationship between parity, gestational age, and hemoglobin levels with birth weight.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/312</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.312</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 324-331</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/312/191</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/106</identifier>
				<datestamp>2020-12-09T14:55:41Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etil Asetat Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume)  Serta Uji Stabilitas Fisik</dc:title>
	<dc:creator>Hastuti, Ema Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Sukarno, Sukarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SNEDDS; ekstrak; parijoto; stabilitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Terapi ekstrak herbal dengan pemberian oral terkadang kurang efektif karena memiliki kelarutan yang rendah, ketersediaan hayati yang rendah dan memerlukan dosis tinggi dalam pemberiannya. Perancangan dan pengembangan sistem nanoemulsi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan terkait sistem penghantaran obat konvensional, antara lain kelarutan, ketersediaan hayati, dan ketidakpatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol dan meningkatkan ketersediaan hayati agen terapeutik. Pada penelitian ini dikembangkan SNEDDS dengan menggunakan ekstrak buah parijoto sebagai bahan aktifnya. Analisis karakteristik fisik meliputi waktu emulsifikasi, nilai transmitansi, ukuran dan distribusi partikel, serta zeta potensial. SNEDDS telah memenuhi persyaratan parameter fisik yaitu waktu emulsifikasi kurang dari satu menit, transmitansi mendekati 100%, dan ukuran partikel serta distribusinya 96, 3 ± 0,355 nm. Zeta potensial dari formulasi ini adalah -29,2 mV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi SNEDDS memiliki sifat fisik yang sangat baik dan stabilitas yang baik; Dapat disimpulkan bahwa formulasi SNEEDS dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan hayati suatu obat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 131-137</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/106/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/329</identifier>
				<datestamp>2025-12-22T04:37:52Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIMIKROBA RESERVE DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT DI BALI PASCA PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA</dc:title>
	<dc:creator>Erma Ariningsih, Ida Ayu Made</dc:creator>
	<dc:creator>Hartayu, TB. Titien Siwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PPRA; antimicrobial; Gyssen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antimicrobials are used to treat patient with infectious diseases. Inappropriate use oof antimicrobials can trigger bacteria that are resistant to antimicrobials. Reserve group of antimicrobials are antimicrobials which is reserved and are used for the treatment of patients with MDRO. In an effort to increase the rational use of antimicrobials, the government formed KPRA which us tasked with controlling the use of antimicrobials in hospitals, One of the private hospital in Bali has also formed KPRA since 2018. The use of antimicrobials in the ICU is quite high, but there is no data regarding antimicrobial control rate in the ICU, so it is important to analyze the use of antimicrobials in the ICU after KPRA. This study aims to determine the rationality of using reserve group antimicrobials in the ICU. This research is a descriptive analytical study, quasi-experimental design. Data was taken retrospectively from June 2017-May 2021. The study population was all hospital inpatient during the study period. The research subjects were all patients in the ICU. Data source from patient medical records and HIS. The sample size is the total that meets the criteria. Inclusion criteria were all patient in the ICU with reserve antimicrobials group in the period June 20017-May 2029 (pre-PPRA) and June 2019-May 2021 (post PPRA). Exclusion criteria were all patients in the ICU but the data was incomplete. Data analysis uses DDD calculations and the Gyssen method. The result showed that the DDD rate did not change significantly. The most widely used antimicrobials are Ceftriaxone 1G, Levofloxacin 500mg, Levofloxacin 750mg, and Meropenem 1G. The number of vials used for antimicrobials in the ICU decreased by 75.46%. Rational use of reserve group antimicrobials after PPRA implementation increased by 42.85%. The rationality of using reserve group antimicrobials in the ICU after PPRA increase.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/329</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i2.329</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 125-131</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/329/206</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/329/52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/125</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T13:15:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS PADA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawati, Endah</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Fajar Setyo</dc:creator>
	<dc:creator>Rusmeilina, Rita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mangga; sirsak; penangkapan radikal; DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antioksidan merupakan suatu senyawa yang bermanfaat dalam melawan kanker dan proses lain yang berpotensi mengarah pada penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit jantung. Antioksidan bekerja dengan cara menetralisasi radikal bebas menjadi bentuk non radikal. Banyak tanaman, termasuk buah dan sayur, merupakan antioksidan alami karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan terhadap aktivitas tanaman sebagai antioksidan. Mangga dan sirsak merupakan salah satu tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Daun mangga dan daun sirsak mengandung banyak zat aktif salah satunya adalah senyawa fenol yang menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antidiabetes. Kombinasi kedua tanaman tersebut berpotensi untuk dikembangkan aktivitas antioksidannya.Aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun mangga dan daun sirsak dapat diamati dari aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Nilai IC50 digunakan  sebagai parameter aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode DPPH. Kombinasi ekstrak daun mangga dan sirsak menunjukkan adanya aktivitas sebagai antioksidan. Hasil uji aktivitas penangkapan radikal bebas menunjukkan aktivitas kombinasi dua ekstrak tersebut lebih rendah dibandingkan dengan standar vitamin C yang memiliki nilai IC50 sebesar 35,50 ppm. Namun kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki potensi dikembangkan sebagai antioksidan. Kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun sirsak dengan perbandingan 75:25 memiliki nilai IC50 paling baik yaitu sebesar 94,96 ppm, diikuti perbandingan 50:50 dengan nilai IC50 140,36 ppm, dan perbandingan 25:75 dengan nilai IC50 sebesar 207,79 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/125</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 92-97</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/125/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/360</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI SEDIAAN NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) YANG MEMILIKI  AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI  METHICILLIN RESISTANT STAPYLOCOCCUS AUREUS (MRSA)</dc:title>
	<dc:creator>Aulia, Ulva</dc:creator>
	<dc:creator>Andriani, Disa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibakteri; bunga telang; Methicillin resistant stapylococcus aureus; nanopartikel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bakteri patogen merupakan sumber penyakit menular, yang terus menjadi masalah kesehatan serius di banyak negara, terutama di negara berkembang. Antibiotik diperlukan untuk pengobatan penyakit karena mencegah perkembangan mikroorganisme berbahaya. Resistensi dapat terjadi melalui pengobatan antibiotik yang tidak rasional. Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin merupakan salah satu bakteri yang resistan (MRSA). Akibatnya, diperlukan pengganti berbasis tanaman dan molekul dengan potensi antibakteri. Bunga telang berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung tanin, flobatin, polisakarida, saponin, triterpenoid, dan polifenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi nanopartikel ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Stapylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin (MRSA). Teknik sumur digunakan untuk melakukan uji antibakteri. Rata-rata ukuran partikel dalam formula 1, 2, dan 3 masing-masing adalah 42,61±1,49 nm, 47,95±1,62 nm, dan 92,91±1,02 nm. Hasil uji aktivitas antibakteri untuk formula 1, 2, dan 3 menunjukkan bahwa diameter rata-rata zona penghambatan masing-masing adalah 12,70±0,49 mm, 11,01±0,14 mm, dan 10,69±0,32 mm. Dapat disimpulkan bahwa semua sediaan nanopartikel ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) menunjukkan antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus (MRSA) yang resistan terhadap methicillin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/360/226</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/158</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Drug Related Problems (DRPs) Interaksi Obat dalam Peresepan Polifarmasi pada Pasien Prolanis di Fasilitas Kesehatan Dasar Dokter X Kabupaten Kudus</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drug Related Problems (DRPs), Interaksi Obat, Polifarmasi, Prolanis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan obat pasien atau Drug Related Problems (DRPs) yang sering ditemukan berupa terjadinya interaksi obat. Pasien Prolanis khususnya pasien diabetes melitus dan hipertensi sering mendapatkan peresepan polifarmasi dalam terapinya yang akan berdampak pada meningkatnya kejadian interaksi obat sehingga dapat mengakibatkan keadaan klinis pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adanya kejadian interaksi obat dalam peresepan polifarmasi dan untuk mengetahui hubungan jumlah obat dan diagnosa penyakit dalam peresepan pasien prolanis terhadap kejadian interaksi obat. Lembar resep dan catatan medik yang diterima akan diseleksi dan dicatat lalu dilakukan analisa terhadap kejadian interaksi obat dengan menggunakan Stockley Drug's Interaction 8th Edition, Drugs Interaction Probability (DIPs), Drug Interaction Checker (Medscape). Metode pengambilan data menggunakan Total Sampling. Analisa data menggunakan uji Frequencies dan Rank Spearman. Hasil penelitian ini terdapat kejadian interaksi obat pada peresepan polifarmasi pasien prolanis dan terdapat hubungan jumlah obat dan diagnosa penyakit dalam peresepan prolanis terhadap kejadian interaksi obat di dapatkan P = 0,000 dengan koefisien korelasi -0,671dan -0,393.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 13-25</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/158/104</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/214</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI DAN UJI POTENSI SEDIAAN SPRAY GEL NIASIAMIDA DENGAN PROPILENGLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN</dc:title>
	<dc:creator>Kresnawati, Yani</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaningsih, Cucuk Puji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Niasinamida; propilenglikol; spray gel; SPF</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tabir surya merupakan salah satu perawatan wajah yang dapat melindungi kulit dan kulit wajah dari paparan sinar UV yang dapat menyebabkan penuaan dini, sunburn, sampai kanker kulit. Salah satu senyawa kimia yang merupakan agen antioksidan adalah niasinamida yang bekerja melindungi keratinosit dari radikal bebas. Salah satu sediaan yang bisa diformulasikan untuk sunscreen adalah spray gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi propilenglikol terhadap karakteristik fisik spray gel serta mengetahui aktivitas tabir surya dari spray gel niasinamida. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Spray gel niasinamida dibuat dengan penambahan propilenglikol sebesar F1 (5 %), F2 (10 %), F3 (15 %). Niasinamida yang digunakan dalam formula sebesar 5 %. Sediaan dilakukan pengujian karakteristik fisik berupa organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, pola penyemprotan, daya sebar lekat, serta pengujian aktivitas tabir surya spray gel niasinamida. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS 19. Hasil penelitian menunjukkan spray gel niasinamida dengan penambahan propilenglikol sebesar 15 % merupakan formula terbaik dilihat dari sediaan memenuhi semua persyaratan pengujian karakteristik fisik spray gel dan memiliki nilai SPF paling tinggi. Spray gel yang dihasilkan memiliki tekstur agak kental, bau khas oleum rosae, warna transparan, homogen, nilai pH sebesar 6,59, viskositas sebesar 2119 cps, pola penyemprotan yang menyebar dengan diameter yang luas, bobot semprotan 0,1223 gram, dan nilai SPF sebesar 10,01 yang artinya memiliki efek proteksi maksimal terhadap radiasi sinar UV. Kata Kunci: Niasinamida, propilenglikol, spray gel, SPF</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 281-290</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/214/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/226</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:03:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN PEPAYA(Carica papaya L.) DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT DIABETES MELITUS TIPE II</dc:title>
	<dc:creator>Palupi, Dian Arsanti</dc:creator>
	<dc:creator>Armita, Irsha Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarti, Lilis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes melitus tipe II, Daun pepaya, Aktivitas fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Melitus tipe II terjadi akibat adanya kerusakan atau gangguan sekresi insulin. Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, tanin dan saponin. Aktivitas fisik secara teratur dapat memperbaiki kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan glukosa darah pada mencit diabetes melitus tipe II dengan desain pre and post test control group dsign, menggunakan 30 ekor mencit jantan Swiss Webster dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif CMC Na (K1), kelompok kontrol positif Glibenklamid (K2), kelompok ekstrak daun pepaya (K3), kelompok aktifitas fisik (K4) dan kelompok kombinasi ekstrak daun pepaya dan aktivitas fisik (K5). Diinduksi aloksan kemudian dipuasakan 12 jam diukur kadar glukosa (pre test)   126 mg/dL. Pemberian ekstrak diberikan p.o 1 kali sehari selama 12 hari dan aktivitas fisik dilakukan 3 hari sekali, pada hari ke 12 dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah (Post test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun pepaya dan aktivitas fisik berenang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif nilai p.0.093. Kesimpulan, ekstrak daun pepaya mengandung flavonoid, tanin dan saponin dikombinasi dengan aktivitas fisik berenang mampu menurunkan kadar glukoksa darah sebear 45,81%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 89-96</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/226/139</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/38</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Herba Anting-anting (Acalypha indica L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit yang diinduksi Fruktosa</dc:title>
	<dc:creator>Islamiyati, Ricka</dc:creator>
	<dc:creator>Lina, Rifda Naufa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak etanol herba anting-anting;hiperglikemi;mencit jantan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Herba Anting-anting (Acalypha indica L.)merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.Kandungan Kimia yang terdapat pada herba anting-anting sangat banyak salah satunya yaitu Î²- D-glucoside sebagai antihiperglikemia.Hiperglikemi pada penelitian ini dilakukan dengan induksi fruktosa selama 2 minggu berturut-turut. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol herba anting-anting Â (Acalypha australis L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi fruktosa. Pada penelitian ini digunakan hewan uji sebanyak 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif dan 3 kelompok uji dengan dosis ekstrak: 1000 mg/kgbb, 1200 mg/kgbb dan 1500 mg/kgbb). Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit jantan. Ekstrak herba anting-anting mempunyai aktivitas untuk menurunkan kadar glukosa darah, tetapisecara statistik aktivitas terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi fruktosa tidak signifikan ditunjukkan dengan p  0,05 (0,561). Â Hal ini mungkin disebabkan oleh kegagalan induksi fruktosa untuk mengkondisikan mencitmenjadi tikus model hiperglikemi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/38</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 12-17</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/38/33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/238</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:35:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIKA PADA PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK X KABUPATEN JAYAPURA</dc:title>
	<dc:creator>Pitasari, Nawang Wulan Nago</dc:creator>
	<dc:creator>Risna, Risna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiabetic; ATC/DDD; DU 90%; BRP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The availability of Refer-Back Program (DRR) drugs is one of the factors in the success of DRR services in health facilities. The purpose of this study was to determine the quantity of use of antidiabetic drugs with the ATC / DDD and DU methods of 90% and the percentage of conformity of antidiabetic drugs with the National Formulary (Fornas). The method used is a type of cross-sectional observational research with a descriptive approach. Retrospective data collection for the period January-December 2022 at Apotek X BPJS Kesehatan Network in the Jayapura regency area. The results of this study showed that the most use of antidiabetic drugs was metformin (5,715.8 DDD / 1,000 / year). Antidiabetics included in the 90% DU segment are metformin, novorapid®, gliquidone and glimepiride and the level of prescribing compliance with Fornas reaches 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jayapura</dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 111-118</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/238/178</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/238/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/46</identifier>
				<datestamp>2019-12-12T04:38:13Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Skrining Fitokimia dan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Aseton dan Etil Asetat Biji Buah Bisbul (Diospyros Discolor) Tumbuhan Endemik Bogor</dc:title>
	<dc:creator>Arrisujaya, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Susanty, Devy</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumah, Resha Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">flavonoid; fitokimia; diospyros discolor; aseton; etil asetat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Beberapa bagian dari Diospiros discolor (tanaman Bisbul) telah dilaporkan memiliki berbagai khasiat terkait dengan kandungan flavonoid pada masing-masing bagian tanaman tersebut. Biji buah bisbul belum dilaporkan dan diduga mempunyai kandungan yang sama dengan bagian lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kadar flavonoid total pada ekstrak biji bisbul. Pada penelitian ini, biji buah bisbul diekstrak menggunakan pelarut aseton dan etil asetat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 4×24 jam dengan penggantian pelarut. Rendemen ekstrak aseton dan etil asetat biji buah bisbul yaitu 30,12% dan 28,14%. Kandungan metabolit sekunder pada masing-masing ekstrak diketahui melalui skrining fitokimia. Hasil Uji fitokimia menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, Triterpenoid/Steroid, dan Tanin. Analisis kadar flavonoid total pada kedua ekstrak dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Kadar flavonoid total ekstrak etil asetat lebih tinggi dari ekstrak aseton yaitu masing-masing 423,60 ± 2,68  dan 377,03 ± 1,50 mg Ekuivalen Katekin/ g ekstrak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia</dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i2.46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 130-136</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/46/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/319</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN TURI (Sesbania grandiflora L)Poir DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Rifka Septya</dc:creator>
	<dc:creator>Pratimasari, Diah</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Iwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TEA; Asam Stearat; Kosmetik; IC50</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Radikal bebas dapat berpotensi menimbulkan kerusakan sel dalam kulit. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan adalah daun turi (Sesbania grandiflora L)Poir. Penelitian ini bertujuan untuk memfomulasi eksrak daun turi menjaadi sediaan krim dan mengetahui aktivitas antioksidan krim ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L) Poir menggunakan metode DPPH. Daun turi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%,selanjutnya ekstrak dibuat sediaan krim dengan konsentrasi formula I (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 10:2), formula II (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 15:3) dan formula III (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 20:4) dengan diuji kontrol kualitas fisik, ekstrak skrining fitokimia dan dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil pengujian didapatkan rendemen 8,36%, hasil kualitas fisik krim yang homogen, tipe krim minyak dalam air dengan nilai pH, daya sebar, daya lekat, viskositas yang memenuhi persyaratan dan memiliki stabilitas yang baik. Hasil pengujian ekstak skrining fitokimia daun turi positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid. Krim ekstrak daun turi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 Formula I 54,529 ppm, Formula II 54,450 ppm, dan Formula III 50,474 ppm memiliki kategori yang kuat dalam aktivitas antioksidan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.319</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 265-279</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/319/186</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/77</identifier>
				<datestamp>2020-12-09T14:55:40Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sabun Cair Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Gina</dc:creator>
	<dc:creator>Noptahariza, Resti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadina, Netia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibakteri; sabun cair cuci tangan; staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit durian (Durio zibethinus L.) berupa limbah yang selama ini belum dimanfaatkan, mengingat kandungan senyawa kimia dari kulit durian ialah flavonoid, saponin, tanin, fenolik.sehingga dapat dijadikan dalam bentuk sediaan sabun  cair pencuci tangan ekstrak kulit buah durian. Sekarang banyak terdapat penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sabun cair cuci tangan  dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada uji ini adalah difusi cakram untuk mengetahui diameter inhibisi atau luas zona bening. Dimana sampel yang diuji terdiri dari kontrol negatif (DMSO 10%), formula 1 sabun cair cuci tangan konsentrasi 1% formula 2 sabun cair cuci tangan kosentrasi 3%, dan formula 3 sabun cair cuci tangan kosentrasi 6%. Pengukuran diameter zona hambat menggunakan jangka sorong kemudian dikatogorikan zona hambat nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair cuci tangan dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada formula F1, F2, F3. Konsentrasi yang terbaik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus adalah F1 dengan luas zona bening 7,366 mm diikuti oleh F3 dengan luas zona 5,515 mm dan F2 dengan luas zona 4,484 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-11-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/77</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 95-101</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/77/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/337</identifier>
				<datestamp>2025-11-10T04:09:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIVITAS ANTI AGING DARI FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, BUTANOL DAN AIR DARI RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum polycystum) YANG TUMBUH DI LAUT JEPARA</dc:title>
	<dc:creator>Handayani, Yanulia</dc:creator>
	<dc:creator>Susiloningrum, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anti Aging; Sargassum polycystum; Fraksinasi; Tabir Surya; Antioksidan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Anti Aging atau  penuaan kulit yang lebih cepat dari waktunya, bisa terjadi pada siapa saja. Proses penuaan dini ini banyak terjadi pada manusia yang berada di daerah beriklim tropis dengan intensitas matahari paparan sinar matahari yang tinggi. Proses Anti Aging ini banyak terjadi dialami Ketika usia dewasa sekitar usia 30-an. Di Indonesia hampir 57% wanita sudah menyadari tanda penuaan dini diusia 25 tahun. Proses penuaan dini biasanya ditandai dengan munculnya garis halus atau keriput wajah. Faktor terjadi anti Aging ini terjadi meliputi faktor keturunan, kejiwaan, dan daya tahan tubuh dan paparan sinar ultraviolet (UV). Karena hal inilah diperlukan pencarian senyawa “Anti Aging” dari bahan alam. Dipesisir laut Jepara terdapat rumput laut yaitu rumput laut coklat (Sargassum polycystum) yang kandungan flavonoid. Dimana  senyawa yang yang bertanggung jawab sebagai “Anti Aging”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti aging dari fraksi n-heksan, etil asetat, butanol, air dari ekstrak etanol 60 % rumput laut coklat. Aktivitas anti aging dilihat dari kemampuan antioksidan dan tabir surya. Semakin besar aktivitas antioksidan maka semakin besar nilai SPF nya. Rumput laut coklat di ekstraksi dengan metode ultasonic assisted extraction  (UAE) kemudian dilakukan fraksinasi cair-cair dengan tingkat kepolaran pelarut yang berbeda yaitu n-heksan, etil asetat, butanol dan air. Selanjutnya dilakukan uji bioaktivitas antioksidan dan tabir surya pada fraksi. Hasil penelitian menunjukkan fraksi yang terbaik dan poten aktivitas anti aging adalah fraksi etil asetat dengan aktivitas antioksidan IC50 8.59, Aktivitas Tabir Surya dilihat nilai SPF 18.60; % eritema 0.541 dan % pigmentasi 4.567 termasuk kategori Proteksi Ultra-Sunblock</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Terimakasih kepada Kemristek BRIN yang telah mendanai PDP berdasarkan surat kontrak No: No. 072/LL/PB/AL.04/2024 tanggal  12 Juni 2024</dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/337</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i1.337</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 90-99</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/337/199</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/131</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T11:07:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% KULIT BUAH NAGA MERAH Hylocereus polyrhizus) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastuti, Endra</dc:creator>
	<dc:creator>El’Zeba, Demby</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hylocereus polyrhizus, Ekstrak etanol kulit buah naga merah, Spektrofotometri UV-Vis, kadar flavonoid total.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Terdapat kaktus yang buahnya dikonsumsi di Indonesia yaitu bernama buah naga (Dragon fruit). Salah satu jenisnya adalah buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus). Tingginya tingkat konsumsi buah naga berakibat meningkatnya jumlah kulit buah naga yang dibuang sebagai sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidak kandungan flavonoid dengan metode skrining fitokimia dan mengetahui ada perbedaan signifikan atau tidak kadar flavonoid total dengan metode Spektrofotometri UV-Vis pada ekstrak etanol 70% dan 96% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Proses ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Evaluasi yang dilakukan uji kadar air dan uji reaksi warna. Analisa data penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan 96% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Data yang telah dianalisa dilakukan uji T-Test. Jika data normal maka dilakukan Independent T-Test, jika data tidak normal menggunakan Mann Whitney Test. Kadar air yang dikandung serbuk simplisia adalah 5,28%. Kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan 96% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yaitu 88,695 ± 0,0922 mgQE/g ekstrak (8,87 ± 0,01 %) dan 108,184 ± 0,0224 mgQE/g ekstrak (10,82 ± 0,02 %). Uji Normalitas ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak normal dan ekstrak etanol 96% normal. Uji Mann Whitney Test menghasilkan ada perbedaan antara data kadar flavonoid total untuk ekstrak etanol 70% dan 96% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/131</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 28-43</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/131/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/376</identifier>
				<datestamp>2026-01-08T09:14:28Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI GENUS ARTOCARPUS SEBAGAI AGEN CARDIOVASCULAR PROTECTIVE: TINJAUAN AKTIVITAS ANTIKOAGULAN, ANTIPLATELET, DAN ANTIHIPERTENSI</dc:title>
	<dc:creator>Ramdani, Muhammad Raafi</dc:creator>
	<dc:creator>Indratmoko, Septiana</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani, Tri Kusuma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihypertensive; anticoagulant; antiplatelet; artocarpus; cardioprotective</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit kardiovaskular (CVD) merupakan penyebab kematian utama di dunia, dengan lebih dari 17 juta kasus setiap tahun. Terapi farmakologis modern seperti antikoagulan, antiplatelet, dan antihipertensi telah terbukti efektif, namun sering menimbulkan efek samping jangka panjang. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai alternatif terapi yang lebih aman menjadi penting. Review ini bertujuan untuk meninjau potensi genus Artocarpus sebagai agen pelindung kardiovaskular melalui aktivitas antikoagulan, antiplatelet, dan antihipertensi. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data dari Scopus. Dari 50 artikel yang ditemukan, 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil telaah menunjukkan bahwa Artocarpus altilis, A. heterophyllus, dan A. lakoocha mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, stilbenoid, dan oxyresveratrol yang mampu menurunkan tekanan darah, menghambat agregasi trombosit, serta mencegah pembekuan darah. Ketiga aktivitas ini bekerja secara sinergis dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan mencegah aterosklerosis. Dengan demikian, genus Artocarpus memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka alami yang aman dan efektif dalam pencegahan serta pengelolaan penyakit kardiovaskular.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i3.376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 233-247</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/376/222</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/155</identifier>
				<datestamp>2021-11-30T09:05:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEK SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI HERBA KEMANGI (Ocimum basilicum L) PADA SEL KANKER SERVIKS HELA</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Ghani Nurfiana Fadma</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Mamik Ponco</dc:creator>
	<dc:creator>Khairunnisa, Hilda</dc:creator>
	<dc:creator>Ratna, Desi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kemangi (Ocimum basilicum L); sitotoksik; sel HeLa; sel vero</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di Indonesia kanker serviks merupakan salah satu kanker penyebab kematian wanita setelah kanker payudara. Herba kemangi (Ocimum basilicum L) banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan kanker. Tujuan: mengetahui efek sitotoksik dari herba kemangi terhadap sel HeLa dan sel Vero. Metode: ekstraksi herba kemangi dilakukan dengan maserasi kemudian difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Ekstrak dan fraksi diuji efek sitotoksiknya menggunakan metode MTT dengan seri konsentrasi 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625 µg/mL. Cisplastin digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol sel sebagai kontrol negatif. Hasil: aktivitas sitotoksik ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan air herba kemangi terhadap sel HeLa menunjukkan nilai IC50 berturut-turut yaitu (156,27; 120,55; 170,17; 186,62) µg/ml dengan indeks selektivitas lebih dari 3 untuk ekstrak dan ketiga fraksi. Kesimpulan: ekstrak dan fraksi herba kemangi memiliki efek sebagai agen kemopreventif terhadap sel kanker serviks.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i2.155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 128-134</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/155/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/416</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 1 Tahun 2026</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/416</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.416</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; i-v</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/416/238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/177</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI SEDIAAN REPELLENT SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DAN EKSTRAK SEREH  (Cymbopogon nardus L Rendle.)</dc:title>
	<dc:creator>Kristianingsih, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Febriana, Ika Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Repellent, kemangi (Ocimum sanctum L.),sereh (Cymbopogon nardus L)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nyamuk merupakan vektor yang menyebabkan berbagai  penyakit  antara lain DBD, penyakit kaki gajah, dan malaria. Hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dan berbahaya sehingga perlu upaya untuk mencegahnya. Salah satunya dengan perlindungan yang berasal dari diri sendiri misalnya dengan menggunakan lotion antinyamuk. Minyak atsiri (linalool, estragol, geraniol, eugenol dan sineol) yang terkandung dalam kemangi dan citronellal yang terkandung dalam sereh merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai penolak nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik dan efektivitas repellent sediaan lotion kombinasi ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dan ekstrak sereh (Cymbopogon nardus L Rendle.). Repellent sediaan lotion diformulasikan dengan perbandingan konsentrasi ekstrak F1 10% dan F2 15%.  Ekstraksi kemangi dan sereh menggunakan metode maserasi dengan pelarut N-heksan dan didapat rendemen sebesar 6,258% untuk ekstrak kemangi dan 8,842% untuk ekstrak sereh. Repellent sediaan lotion dilakukan uji stabilitas dengan metode freeze and thaw pada parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, daya lekat, daya sebar, dan efektivitas. Hasil setelah uji stabilitas menunjukkan perubahan organoleptis dari betuknya karena pengaruh suhu, perubahan nilai pH, perubahan daya lekat dan daya sebar, serta menurunnya efektivitas repellent. Kesimpulan penelitian ini adalah repellent sediaan lotion yang dibuat memenuhi persyaratan uji karakteristik yang ditetapkan dan efektif dalam menolak nyamuk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/177</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.177</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 212-226</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/177/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/224</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:03:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN DAUN PARE (Momordica charantia L.) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON 5%</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Hasty Martha</dc:creator>
	<dc:creator>Lina, Rifda Naufa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antipiretik; kombinasi ekstrak; daun kelor; daun pare; mencit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Demam merupakan kondisi terjadinya kenaikan suhu diatas suhu normal tubuh. Demam terjadi sebagai pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, bakteri, dan virus. Pada penelitian sebelumnya, daun kelor (Moringa charantia Lam.) dan daun pare (Momordica charantia L.) mengandung flavonoid dan secara ilmiah ekstrak tunggal kedua tanaman tersebut memiliki aktivitas sebagai antipiretik. Flavonoid dapat menghambat enzim siklosigenase khususnya siklooksigenase 2 yang berperan dalam biosintesis prostaglandin yang merupakan mediator demam sehingga dapat menurunkan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antipiretik kombinasi ekstrak daun kelor dan daun pare pada mencit yang diinduksi pepton 5% dan untuk membandingkan dengan ekstrak tunggalnya. Jenis penelitian ini  bersifat true eksperimental. Sampel menggunakan mencit jantan berjumlah 28 mencit dan terbagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (Parasetamol 1,3 mg/20 gram BB mencit), kontrol negatif (CMC-Na), ekstrak daun kelor (EDK) mengandung 400 mg/kg (100%), ekstrak daun pare (EDP) mengandung 2,268 mg ekstrak/100 g BB/2 mlBB (100%); EDK 75% : EDP 25%; EDK 50% : EDP 50%; dan EDK 25% : EDP 75% yang diinjeksikan secara intraperitoneal pada mencit. Pengukuran suhu dilakukan dengan interval waktu 1 jam selama 5 jam. Hasil penelitian dianalisis dengan SPSS menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil menunjukkan kombinasi EDK dan EDP tidak ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif, sehingga dosis kombinasi EDK dan EDP mempunyai efektivitas terhadap antipiretik, dibandingkan dosis tunggal ekstrak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.224</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 37-45</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/224/138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/249</identifier>
				<datestamp>2023-09-29T17:59:16Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI PERESEPAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL TIPE II DENGAN PENYAKIT PENYERTA PADA PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD RAA SOEWONDO PATI</dc:title>
	<dc:creator>Lina, Rifda Naufa</dc:creator>
	<dc:creator>Nuringtyas, Aisha Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiabetik Oral; Pasien BPJS; Penyakit Penyerta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein serta menghasilkan komplikasi kronik seperti mikrovaskular, makrovaskular, dan gangguan neuropati sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antidiabetik oral tipe II pada pasien BPJS rawat jalan dengan penyakit penyerta  berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, golongan obat dan jenis obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD RAA Soewondo Pati. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif secara retrospektif. Didentifikasi kriteria sampel, pencatatan data dan pengolahan data dengan microsoft excel berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, golongan obat dan jenis obat antidiabetik oral yang sering diresepkan. Pada penelitian ini diperoleh hasil untuk kelompok usia  40 tahun dengan persentase 98,76% dan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan diperoleh persentase sebesar 60,68% pada pasien BPJS rawat jalan dengan hasil penyakit penyerta tertinggi yaitu hipertensi sebesar 49,85%. Untuk golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan Sulfonilurea sebesar 49,39% serta jenis obat yang sering diresepkan adalah obat glimepiride dengan persentase 28,57%. Penggunaan obat Glimepiride dengan penyakit penyerta hipertensi paling banyak diresepkan di RSUD RAA Soewondo Pati.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i2.249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 165-175</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/249/152</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/268</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:06Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">VARIASI GUAR GUM DAN KARBOPOL 940 SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP UJI SIFAT FISIK DAN KIMIA SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUAH SALAK (Salacca Zalacca)</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Dessy Erliani Mugita</dc:creator>
	<dc:creator>Yudanti, Gendis Purno</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Rakhmi</dc:creator>
	<dc:creator>Zahro, Dewi Fatimatuz</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buah salak; Tabir surya; Formulasi gel; Guar gum; Karbopol 940</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salak merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan dengan kandungan senyawa kimia meliputi senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, sesquiterpen dan asam askorbat. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam buah salak termasuk dalam aktivitas fotoprotektif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang mengakibatkan kerusakan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent guar gum dan karbopol 940 terhadap sifat fisik dan kimia sediaan gel ekstrak etanol 96% buah salak Pondoh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksprerimental dengan membuat sediaan gel ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dan melakukan uji sifat fisik dan kimia meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, cycling test dan SPF. Penambahan ekstrak etanol buah salak dapat mempengaruhi sifat fisik yaitu menurunkan organoleptis, pH, meningkatkan daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Parameter sifat fisik variasi gelling agent formulasi gel ekstrak etanol buah salak semua memenuhi syarat sediaan gel yang baik kecuali pada uji daya sebar formulasi basis gel F2 dan F3 serta uji pH formulasi basis gel F1. Pada perbedaan sifat kimia yang memiliki aktivitas tabir surya hanya formulasi gel F5 karena mengandung ekstrak buah salak dan karbopol 940 yang mampu melindungi zat aktif lebih baik, sedangkan nilai SPF pada guar gum bukan aktivitas tabir surya melainkan senyawa auksokrom yang memiliki serapan pada spektrofotometer. Penyimpanan sediaan gel terhadap suhu yang berbeda ternyata mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan terdapat perbedaan sifat fisik gel pada uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, sedangkan pada uji homogenitas dan daya lekat tidak terdapat perbedaan. Terdapat perbedaan sifat kimia pada sediaan gel ekstrak etanol buah salak yang mengandung variasi gelling agent.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/268</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.268</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 71-87</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/268/163</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/57</identifier>
				<datestamp>2019-12-12T04:38:13Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Tikus Wistar yang Diinduksi Potasium Oksonat Secara In Vivo</dc:title>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana, Sofa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Urat; Curcuma Xanthorrhiza Roxb; Potasium Oksonat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Asam urat merupakan senyawa kimia hasil akhir dari pemecahan purin atau produk sisa dalam tubuh yang merupakan hasil katabolisme purin yang dibantu oleh enzim guanase dan xanthin oksidase. Rimpang temulawak merupakan salah satu jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek dan dosis optimum ekstrak etanol rimpang temulawak terhadap penurunan kadar asam urat tikus wistar yang diinduksi potasium oksonat secara in vivo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre test and post test control group design, sampel yang digunakan yaitu tikus jantan galur wistar yang berjumlah 36 tikus dan dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari 6 tikus, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 50 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 100 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 200 mg/kgBB, data diperoleh dari hasil pengukuran setelah dipuasakan 18 jam, setelah diinduksi potasium oksonat dan setelah perlakuan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan SPSS dengan metode one way ANOVA kemudian dilanjut dengan uji Pos Hoc LSD. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temulawak dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan. Data yang diperoleh dari uji LSD menunjukkan nilai signifikan kelompok dosis 50 mg/kgBB dan kelompok dosis 200 mg/kgBB (p 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kelompok, sedangkan pada kelompok dosis 100 mg/kgBB (p 0,05), menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Pemberian ekstrak etanol rimpang temulawak mampu menurunkan kadar asam urat dengan persentase penurunan kadar asam urat secara berturut-turut sebesar 19.53%, 28.80%, dan 43.04% dan ekstrak etanol rimpang temulawak dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki kemampuan paling optimal dalam menurunkan kadar asam urat dibandingkan dengan dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i2.57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 85-95</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/57/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/300</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T13:00:37Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 213-218</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/300/180</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/84</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) dan Ekstrak Etanol Daun Blimbing Manis (Averrhoacarambola Linn.) Terhadap Daya Hambat Staphylococcus Aureus</dc:title>
	<dc:creator>Ningrum, Wulan Agustin</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadanti, Miftahurohmah</dc:creator>
	<dc:creator>Muthoharoh, Ainun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kombinasi ekstrak daun belimbing wuluh daun belimbing manis; staphylococcus aureus; antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencernaan dalam tubuh yang bertugas memproses suatu makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh untuk kemudian diolah menjadi sebuah energi dibantu oleh bakteri baik. Staphylococcus aureus merupakan salah satu flora normal dalam tubuh manusia bila dalam jumlah yang berlebih dapat mengakibatkan patogen terhadap inangnya sehingga dapat membahayakan manusia. Salah satu penyebab bakteri pathogen adalah inflamasi lapisan mukosa dari struktur pada mulut seperti pipi, gusi, lidah, bibir dan atap atau dasar mulut atau dengan nama lain stomatitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) dan daun belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 60%, 75% dan 90%. Kontrol positif yang digunakan adalah disk ampicilin 10 ?g dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) dan daun belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) dengan perbandingan1:3, 2:2 dan 3:1memiliki kandungan fenol, saponin, tanin dan flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Perlu dilakukan pengembangan penelitian selanjutnya terhadap aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun belimbing wuluh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 46 - 51</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/84/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/334</identifier>
				<datestamp>2025-11-10T04:09:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN MAKROSKOPIS EFEK FRAKSI ETIL ASETAT BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS WISTAR YANG TERINFEKSI Staphylococcus aureus SECARA IN VIVO</dc:title>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Farchati, Leavi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume); fraksi etil asetat; luka terinfeksi; S.aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Resistensi antibiotik terhadap S.aureus telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat diberbagai belahan dunia. Berbagai infeksi yang terjadi disebabkan oleh S.aureus. Ekstrak etanol buah parijoto memiliki potensi antiinflamasi dan daya hambat terhadap S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran makroskopis fraksi etilasetat buah parijoto terhadap luka terifeksi S.aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian The Postest Only Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah tikus wistar sebanyak 30 ekor dan terdiri dari 5 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok disayat sepanjang 1,5 cm dengan kedalaman 0,3 cm dan diinfeksi dengan S.aureus. Kelompok perlakuan tersebut adalah kontrol negatif, kontrol positif, fraksi etil asetat buah parijoto konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan konsentrasi 25%. Hasil pengamatan menunjukkan pada kelompok konsentrasi 5%, 10% dan 25% fraksi uji etil asetat buah parijoto mampu mempercepat perjalanan fase inflamasi bahkan lebih baik dari kontrol positif dan kontrol negatif, karena dalam fraksi etil asetat buah parijoto mengandung flavonoid. Flavonoid bersifat sebagai anti peradangan, anti alergi, mencegah terjadinya oksidasi serta sebagai anti oksidan, sehingga mampu mempercepat penyembuhan luka sayat terinfeksi S.aureus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/334</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i1.334</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 37-50</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/334/198</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/113</identifier>
				<datestamp>2020-11-23T14:55:42Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 185-190</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/113/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/340</identifier>
				<datestamp>2026-01-08T08:59:57Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAILURE MODE AND EFFECT (FMEA) PADA PENGADAAN OBAT UNTUK MENEMUKAN FAKTOR DOMINAN YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KEKOSONGAN OBAT DI RSUD KABUPATEN MAPPI</dc:title>
	<dc:creator>Datu, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Hartayu, Titien Siwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anggaran; Perencanaan; Pembelian Obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ketersediaan obat berpengaruh pada kualitas pelayanan di rumah sakit, salah satu kendala yaitu kekosongan obat. Kekosongan obat dapat mengganggu rencana pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan terjadinya kekosongan obat pada tahap pengadaan.Penelitian deskriptif analitic dengan rancangan cross-sectional, menggunakan sampel dari seluruh item obat yang memenuhi  kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi obat yang tersedia tahun 2023 dengan kriteria eksklusi yaitu obat yang diadakan tahun 2023. Variabel dalam penelitian ini meliputi penganggaran, perencanaan dan pembelian obat. Analisis data menggunakan metode triangulasi. Identifikasi kegagalan dan dampak menggunakan langkah-langkah FMEA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan potensi kegagalan yaitu anggaran, pemilihan jenis obat, kompilasi penggunaan, metode perhitungan, supplier, jaringan LKPP, surat pesanan, pelaksanaan kontrak dan SOP pengadaan. sembilan potensi kegagalan didapatkan tiga prioritas kegagalan berdasarkan perhitungan RPN yaitu anggaran, pemilihan jenis obat dan pelaksanaan kontrak. Dari tiga prioritas didapatkan delapan kegagalan yaitu 105 obat tidak dapat dibelanjakan, dua jenis kesamaan obat, 45 obat kombinasi, pemilihan obat sesuai prevalensi penyakit tinggi, 20 obat diluar formularium, tiga kontrak tidak ditagihkan 100 %, tujuh kontrak pengiriman di akhir masa pesanan dan semua penyedia tidak memberikan informasi stok obat.Berdasarkan Perhitungan RPN didapatkan tiga faktor dominan kekosongan obat. Faktor pertama anggaran nilai RPN 384. Anggaran yang diberikan yaitu 5,48 % dari total anggaran rumah sakit, perencanaan anggaran dengan dana yang tersedia 71.68%. Usulan rekomendasi, direktur dan manajemen dapat meningkatkan anggaran sesuai standar. Faktor kedua obat dikirim pada akhir masa pesanan nilai RPN 150. Strategi yang dapat dilakukan dengan melakukan peminjaman obat ke dinas kesehatan, apotek swasta atau rumah sakit jejaring. Faktor ketiga yaitu tidak adanya informasi stok obat nilai RPN 150, Strategi yang dapat dilakukan dengan membuat sistem informasi obat. Anggaran, pengiriman pada akhir masa pesanan dan tidak adanya informasi stok obat oleh penyedia merupakan faktor dominan kekosongan obat di RSUD Kabupaten Mappi. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/340</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i3.340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 170-184</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/340/213</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/160</identifier>
				<datestamp>2021-11-30T09:05:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Suspensi Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya  (Carica Papaya L.)  Dan Umbi Rumput  Teki (Cyperus Rotundus L.) Dengan Variasi Konsentrasi Suspending Agent Pga (Pulvis Gummi Arabici) Dan  Cmc-Na (Carboxymethylcellulosum Natrium)</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Hasty Martha</dc:creator>
	<dc:creator>Lina, Rifda Naufa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Suspensi; PGA (pulvis gummi arabici); CMC-Na (Carboxymethylcellulosum Natrium); ethanol extract; Carica papaya L. and Cyperus rotundus L.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Suspension preparations are made because some of the active substances have a solubility that is practically insoluble in water, but is required in liquid form. Among the medicinal plants that are practically insoluble in water are papaya seeds (Carica papaya L.) and teki grass tubers (Cyperus rotundus L.), so they are made in the form of a suspension to produce stable preparations. Papaya seeds and teki grass tubers are plants that have pharmacological activities as antibacterial, laxative and pancreatic lipase inhibitors. In the suspension formulation of extracts of papaya seeds and teki grass tubers, a combination of suspending agents PGA (pulvis gummi arabici) and CMC-Na (Carboxymethylcellulosum Sodium) was used. PGA at a concentration of less than 10% has a low viscosity so that it can accelerate sedimentation, so PGA is combined with CMC-Na which is a suspending agent that can increase viscosity and can increase suspension stability. The purpose of the study was to determine the effect of the combination of suspending agents PGA and CMC-Na on the physical properties of extracts of papaya seeds and nut grass tubers and to determine what concentration could provide the best physical quality among the four formulas made. Evaluation of physical stability was carried out for 4 weeks after the preparation was made which included organoleptic, homogeneity, pH, density, viscosity, sedimentation volume and redispersion. From the research results, it is known that the concentration of PGA and CMC-Na carboxymethylcellulose affect the physical stability of the suspension</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i2.160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 166-175</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/160/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/413</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI DAN UJI PARAMETER FISIK KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KUBIS ALTERNATIF KRIM HERBAL ANTI INFLAMASI PADA IBU MENYUSUI</dc:title>
	<dc:creator>Kasanah, Uswatun</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Dessy Erliani Mugita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Kubis; Inflamasi; Krim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun Kubis (Brassica oleracea L. Var. Capitata F. Rubra) dikenal mempunyai aktivitas antiinflamasi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat inflamasi terutama pada ibu menyusui. Salah satu kandungan di dalam kol ungu adalah antosianin (cyanidin-3-diglucoside-5-glucoside). Senyawa ini mempunyai efek sebagai antiinflamasi untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sediaan  krim dan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kubis terhadap stabilitas sifat fisik sediaan. Krim dibuat menggunakan dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20%. Krim diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Metode analisis yang digunakan adalah ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etanol daun kubis menggandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang diamati melalui skrining fitokimia. ekstrak kubis putih dosis 500 mg/kgbb memiliki kemampuan menghambat udem yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak etanol kubis dosis 250 mg/kgbb dengan dosis 750 mg/kgbb. Hasil sediaan Krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak menunjukkan uji sifat fisik bahwa semua formula memenuhi syarat sediaan fisik yaitu homogen, pH yang sesuai yaitu kurang dari 6, daya sebar yang sejalan dengan nilai daya lekat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua formula menunjukkan hasil yang sesuai dengan persyaratan sediaan krim. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/413</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.413</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; 57-69</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/413/233</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/147</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI HAND AND BODY LOTION EKSTRAK DAUN SAMBILOTO DENGAN SETIL ALKOHOL SEBAGAI STIFFENING AGENT</dc:title>
	<dc:creator>Vinaeni, Ayu Regita</dc:creator>
	<dc:creator>Anindhita, Metha Anung</dc:creator>
	<dc:creator>Ermawati, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sambiloto; hand and body lotion; setil alkohol; stabilitas fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lotion  merupakan sediaan emulsi yang kandungan airnya lebih banyak dibandingkan minyak. Setil alkohol digunakan dalam sediaan hand and body lotion sebagai stiffening agent yang mampu meningkatkan sifat dan stabilitas fisik dari sediaan. Ekstrak etanol daun sambiloto mengadung flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi setil alkohol yang  menghasilkan formula terbaik serta mengetahui pengaruh perbendaan konsentrasi setil alkohol terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan. Penelitian mengunakan metode eksperimental. Konsentrasi setil alkohol yang dalam formula yaitu, FI (2%), FII (3%), dan FIII (4%). Ekstrak daun sambiloto yang digunakan dalam formula sebesar 0,5%. Sediaan  diuji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, iritasi, dan stabilitasnya. Hasil pengujian berupa viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH dianalisis dengan SPSS 23. Formulasi terbaik dipilih berdasarkan kriteria sifat dan stabilitas fisik sediaan. Formula dengan kandungan setil alkohol sebesar 2% (FI) menunjukkan hasil yang terbaik, karena hasil pengujian menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria sifat fisik. FI juga menunjukkan nilai stabilitas yang paling lama dibandingkan 3% (FII) dan 4% (FIII). Analisis data dengan One Way Annova menunjukkan adanya pengaruh penggunaan yang berbeda dari setil alkohol terhadap viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH sediaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi &lt; 0,05.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/147</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.147</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 65-75</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/147/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/218</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 2 Tahun 2022</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 326-331</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/218/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/242</identifier>
				<datestamp>2023-09-29T17:59:16Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA  ANAK DAN BALITA DI DESA KANDANGMAS  KABUPATEN KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Wildayanti, Wildayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tingakat pengetahun, Tingkat pendidikan, Perilaku, Pneumonia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pneumonia adalah  infeksi pada jaringan paru-paru, sehingga kantung udara di paru-paru dipenuhi mikroorganisme. Pneumonia merupakan penyakit infeksi penyebab kematian terbesar sebanyak (14,9%) dilaporkan per tahun, pneumonia dapat menyerang pasien dari segala usia mulai bayi, anak-anak hingga orang tua. Salah satu faktornya penyebab yaitu kurangnya pengetahuan orang tua terkait penyakit pneumian dan cara pencegahannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan pneumonia anak dan balita di Desa Kandangmas Kabupaten Kudus. Jenis penelitian kuantitatif non eskperimental dengan desain penelitian menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan prospektive cross-sectional dimana data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pendistribusian kuesionerr. Data kuantitatif akan dianalisis mengunakan SPSS 25 kemudian diolah menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa 10 responden (10%) meiliki pengetahuan yang baik tentang pneumonia, 46 responden (46%) memiliki pengetahuan yang kurang baik dan 44 responden (44%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang pneumonia. Prilaku pencegahan penyakit pneumonia dengan kategori kurang baik yaitu sebanyak 47 responden (47%), cukup 35 responden (53%) dan baik 18 responden (18%). Sedangkan hasil hubungan pendidikan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu 0,253, hubungan pekerjaan dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu 0,763 dan hubungan pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu  0,975 dimana sign 0,05 maka ada hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan orang tua ada hubungan terhadap perilaku pencegahan penyakit pneumonia pada anak dan balita, semakin tinggi pendidikn orang tua maka pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan penyakit pneumonia akan baik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i2.242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 140-149</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/242/147</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/232</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T15:51:59Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/275</identifier>
				<datestamp>2024-01-28T16:23:03Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) DI KLINIK X  KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Wulan Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Advistasari, Yustisia Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Elisa, Novi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aantibiotik ISPA; peresepan; klinik x; kota semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) merupakan 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Penyakit ISPA diawali dengan gejala demam, batuk selama kurang lebih jangka waktu 2 minggu, pilek atau hidung tersumbat dan sakit tenggorokan. Penyebab ISPA dapat berasal dari berbagai mikroorganisme yakni bakteri dan virus. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran infeksi saluran pernafasan atas diantaranya faktor lingkungan, perilaku masyarakat yang kurang baik terhadap hygne dan sanitasi diri, keluarga, dapat pula dari kurangnya asupan makanan yang bergizi serta menurunnya imunitas tubuh  Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan periode pengambilan data Januari hingga Juni 2023 yang bertempat di Klinik X di Kota Semarang, Jawa Tengah dengan periode pengambilan data Januari hingga Juni 2023. Subyek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 3945 pasien. Karakteristik pasien dalam penelitian kemudian dikategorikan berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil  laki laki 46,24% dan perempuan 53,76%, perempuan lebih sigap, tanggap, cekatan serta memiliki kepekaan, kepedulian, perhatian yang lebih terhadap kesehatan dan lingkungan sekitarnya. Pasien dengan penderita ISPA banyak terjadi pada retang usia secara berturut turut 0 -12 th (34,63%), 13-25 th (15,59%), 26-38 th (17,79%), 39-51th (20,51%) dan 52-60 th (11,48%). Usia 0 sampai 12 tahun memiliki persentase tertinggi hal ini dikarenakan penyakit ISPA berhubungan dengan adanya kemampuan imunitas tubuh terhadap serangan bakteri atau virus. Bentuk sediaan antibiotik yang banyak diresepkan oleh dokter yakni syrup (12,09%), pulveres (21,88%), tablet (66.03%). Antibiotik yang banyak diresepkan oleh dokter yakni amoxycillin (54,90%), kloramfenikol (25,63%), thiamphenicol (8,04%), ciprofloxacin (10,70%) dan sefadroxil 0,74%). Pemilihan amoxycillin dalam terapi ISPA dikarenakan amoxycillin memiliki mekanisme kerja dalam kondisi tertentu sebagai bakteriostatik dapat pula bersifat bakterisid yakni dengan cara merusak dinding sel pada bakteri yang mengandung mucoprotein kompleks terhadap mikroba. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pada klinik X penyakit ISPA banyak terjadi pada pasien perempuan dan antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoxycillin tablet 500 mg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i1.275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 17-27</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/275/158</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/43</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastuti, Endra</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Rahma Sani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioxidant;medinilla speciosa blume;DPPH;drying method</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Drying is the most important step to keep the compound stability in simplicia and is very influential to produce good quality igredients in the antioxidant activity contained in the simplicia. Antioxidants are oxidation-free inhibitors of free radical reactions. Parijoto is one of the plants that have antioxidant compounds.This study aims to determine the effect of drying, concentration of antioxidant activity of parijoto (Medinilla speciosa Blume) fruit. The drying method used is direct sunlight drying, indirect sunlight and oven. The antioxidant activity of ethanol extract on drying method was determined by 2,2 diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) method which is free radical. The qualitative test DPPH showed that the higher levels of ethanol extract from the three drying methods further diminished the color of DPPH solution in ethanol.The result showed thet the drying method gave different effect to the antioxidant activity of parijoto fruit which is significant(p 0,05). Drying methods wich have high antioxidant activity are given by drying using oven method with an IC50Â value 33,75Âµg/ml.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/43</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 44-52</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/43/37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/292</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:35:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI DAN OPTIMASI HPMC GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (Medinilla Speciosa Blume) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Dessy Erliani Mugita</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Rakhmi</dc:creator>
	<dc:creator>Zulkarya, Luvita Gabriel</dc:creator>
	<dc:creator>Sukarno, Sukarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Medinilla speciosa Blume; HPMC; Aktivitas Antibakteri; Gel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tangan merupakan media penularan berbagai penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur ketika melakukan aktivitas. Bakteri yang sering terdapat pada tangan diantaranya adalah Staphylococcus aureus, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terhadap bakteri patogen dengan memanfaatkan tumbuhan yang terdapat senyawa aktif sebagai antibakteri. Daun parijoto merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa-senyawa sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada ekstrak daun parijoto sebagai gel pembersih tangan (hand sanitizer). Ekstrak daun parijoto dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pembuatan gel hand sanitizer ekstrak daun parijoto menggunakan basis gel HPMC. Gel diformulasikan menjadi tiga formulasi, variasi konsentrasi HPMC sebanyak 5%, 7,5% dan 10%. Uji yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat pada media Natrium Agar (NA). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditentukan dengan mengamati zona bening pada sekitar sumuran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada media NA. Kontrol positif basis+etanol dan kontrol negatif larutan DMSO. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS one way Anova dan kolerasi regresi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC pada sediaan gel maka akan semakin tinggi daya lekat dan akan semakin rendah daya sebar dan aktivitas antibakteri pada masing-masing formula, variasi HPMC tidak berpengaruh pada organoleptis, homogenitas dan pH pada sediaan gel. Hasil uji antibakteri variasi HPMC 5%, 7,5% dan 10% secara berturut-turut sebesar 12,3 mm, 11,3 mm dan 10,1 mm serta kontrol positif sebesar 17 mm. Variasi konsentrasi HPMC mempengaruhi daya lekat, daya sebar dan aktivitas antibakteri akan tetapi tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas dan pH</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 172-181</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/292/174</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/78</identifier>
				<datestamp>2020-05-29T10:21:39Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Kalsium dan Magnesium dalam Obat Menggunakan LIPS (Laser-Induced Plasma Spectroscopy)</dc:title>
	<dc:creator>Sugito, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Khumaeni, Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Budi, Wahyu Setia</dc:creator>
	<dc:creator>Wardaya, Asep Yoyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">LIPS; Nd; YAG; Laser CO2; Magnesium; Kalsium</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Identifikasi kandungan zat makro pada obat-obatan kimia sangat diperlukan untuk tujuan perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam penelitian ini, identifikasi magnesium (Mg) dalam produk farmasi dilakukan menggunakan LIPS (Laser-Induced Plasma Spectroscopy). Laser yang digunakan pada penelitian adalah laser Nd: YAG dan laser CO2. sampel yang digunakan adalah tablet suplemen. Sinar laser diarahkan dan difokuskan oleh lensa cembung pada sampel. Berkas plasma diinduksikan pada permukaan sampel. Spectrum emisi yang tajam dan berintensitas tinggi yang terdeteksi menggunakan laser Nd:YAG menunjukkan adanya kandungan Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada sampel. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingan dengan pengujian sampel menggunakan laser CO2. Diperoleh hasil intensitas spectrum Mg jauh lebih tinggi menggunakan laser CO2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/78</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i1.78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 26 - 30</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/78/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/325</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 3 Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/325</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.325</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; i-v</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/325/192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/107</identifier>
				<datestamp>2020-12-09T14:55:41Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakterisasi Sediaan Suspensi Nanopratikel Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del.)</dc:title>
	<dc:creator>Wirasti, Wirasti -</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfah, Farahdina</dc:creator>
	<dc:creator>Slamet, Slamet</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Daun Afrika; Nanopartikel; Suspensi; Karakterisasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nanopartikel merupakan partikel koloid atau padatan dengan diameter berukuran   10 – 1000 nm. Daun Afrika (Vernonia amydalina Del.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan, Penelitian ini bertujuan untukformulasinanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika sebagai zat aktif  dalam sediaan suspensi dan mengevaluasinya. Metode pembuatan nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika pada penelitian ini yaitu metode gelasi ionik. Nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika dikarakterisasi menggunakan PSA. Evaluasi sediaan suspensi meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, sedimentasi, volume terpindahan, redispersi, freeze thawcycling dan distribusi ukuran partikelnya. Hasil dari karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.)yaitu ukuran partikel 340,3 nm, indeks polidipersitas 0,241 dan zeta potensia -36 mV. Evaluasi sediaan pH rentang 4,8-5,5,bobot jenis rentang 1,076-1095,viskoits rentang  6,0035 cP-9,14 cP, volume terpindahkan rentang 96%-100%, volume sedimentasi rentang 0,02 mL-0,1 mL  redispersi 100%, uji freeze-thawcycling  pada uji pH yaitu rentang 4,2-4,9 dan uji kristal menunjukkan bahwa pertumbuhan kristal hanya sedikit dan tidak terlalu banyak. Evaluasi suspensi nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika (Vernonia amygdaina Del.) memenuhi persyaratan, evaluasi meliputi uji pH, uji viskositas dan uji disolusi in-vitro nanopartikel, formuasi yang paling baik dari ketiga formula yaitu formua III.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 138-148</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/107/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/370</identifier>
				<datestamp>2025-12-22T04:37:52Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STABILITAS PIGMEN WARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI MUDA (Tectona grandis L., f.) DAN BUNGA MAWAR (Rosa hybrida Hort) PADA SEDIAAN LIP BALM</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Dessy Erliani Mugita</dc:creator>
	<dc:creator>Rizqia, Nisfi Aulia</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga mawar; daun jati muda; lip balm</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit sering mengalami kekeringan akibat paparan sinar matahari. Salah satu bagian yang sering mengalami kekeringan adalah bibir. Oleh sebab itu, diperlukan sediaan yang dapat menjaga kelembapan bibir. Lip balm dengan bahan alami mengutamakan kesehatan kulit bibir tanpa efek samping dimana bahan alam yang bisa berfungsi sebagai antioksidan maupun pemberi warna (pigmen). Mawar merupakan tanaman yang mempunyai senyawa glikosida, antosianin, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik ini memiliki antioksidan dan di dalam flavonoid mawar terdapat zat pewarna antosianin. Tanaman jati memiliki kandungan beberapa zat pewarna alami seperti antosianin, pheophitin, karotenoid dan klorofil. Pigmen warna dari alam bisa dipertahankan dengan penambahan senyawa kopigmen, dimana senyawa tersebut akan meningkatkan stabilitas warna antosianin dengan reaksi kopimentasi. Kopigmen yang dapat digunakan untuk penstabil ikatan antar pigmen antosianin daun jati muda dan bunga mawar adalah Rosmarinic acid. Penelitian ini bertujuan menstabilkan zat warna alami dari ekstrak daun jati muda dan bunga mawar dengan penambahan kopigmen (Rosmarinic acid). Metode : Pengeringan dilakukan dengan oven suhu 40°C. Ekstraksi menggunakan metode maserasi. Daun jati muda yang dikombinasikan dengan bunga mawar diformulasikan dalam bentuk sediaan lipbalm dengan variasi perbedaan konsentrasi rosmarinic acid dalam berbagai perbandingan. Sediaan lip balm dievaluasi sifat fisik uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji titik lebur, dan uji stabilitas. Uji kuantitatif antosianin menggunakan metode pH differensial. Hasil : Peningkatan konsentrasi rosmarinic acid  hanya mempengaruhi sifat fisik menurunkan nilai pH. Rosmarinic acid  tidak juga dapat menstabilkan warna dalam jangka waktu yang lama dikarenakan reaksi kopigmentasi dipengaruhi oleh suhu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i2.370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 132-142</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/370/208</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/139</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T10:40:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:FM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 Tahun 2021</dc:title>
	<dc:creator>Primadevi, Susan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Front Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/139</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; i-vi</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/139/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/285</identifier>
				<datestamp>2026-01-30T03:55:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEK NEFROPROTEKTIF MADU HUTAN TERHADAP GINJAL Rattus norvegicus YANG DIINDUKSI ASPARTAM BERDASARKAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Cahaya Anindya</dc:creator>
	<dc:creator>Sayekti, Fitria Diniah Janah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nefroprotektif; aspartam; madu hutan; makroskopis; mikroskopis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aspartam merupakan pemanis sintetis yang sering digunakan pada produk makanan dan minuman seperti minuman bersoda, minuman berenergi, kopi instan, dan pada minuman berperisa. Aspartam yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbbulkan perubahan  pada gambaran mikroskopis organ ginjal. Salah satu bahan alam yang memiliki efek nefroprotektif adalah madu yang mengandung flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek nefroprotektof pada histopatologis organ ginjal tikus putih galur wistar yang telah diberikan madu hutan dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% setelah diinduksi aspartam. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K1), kelompok kontrol negatif (K2), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 25% (K3), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 50% (K4), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 75% (K5). Pengamatan secara makroskopis didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan warna ginjal, dimana pada kelompok perlakuan K1, K2, K3, K4, K5 berwarna coklat kemerahan, tekstur kenyal, dan ukuran yang berbeda-beda. Pada hasil pengamatan mikroskopis yang dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova dengan nilai sig. ? 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna rerata pada semua perlakuan. Berdasarkan uji lanjut Post Hoc Tukey didapatkan hasil konsentrasi madu hutan 75% paling efektif dalam memberikan efek nefroprotektif yaitu pada kelompok (K5).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v10i1.285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy; 11-20</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/285/227</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/285/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/186</identifier>
				<datestamp>2022-05-29T05:48:14Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN INTERAKSI OBAT TERHADAP EFEKTIVITAS OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD dr. R. SOETRASNO REMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Setyoningsih, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Zaini, Farika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi; Interaksi Obat; Efektivitas Obat; Antihipertensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi merupakan faktor penyebab terbesar munculnya penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, stroke, jantung coroner, dan gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian jika proses terapi tidak rasional. Penatalaksanaan terapi farmakologis pada pasien hipertensi diperlukan obat kombinasi antihipertensi untuk mendapatkan tekanah darah yang ditargetkan. Obat antihipertensi tersebut antara lain golongan (ACEI) Angiotensin Converting Enzym Inhibitor, (ARB)  Angiotensin Reseptor Blocker, ? Blocker, (CCB) Calcium Channel Bloker, dan diuretika hal ini menyebabkan pasien harus mendapatkan obat antihipertensi  2 macam atau lebih sehingga  mengakibatkan polifarmasi yang beresiko munculnya interaksi obat (Drug Interactions). Drug Interactions termasuk bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering terjadi dan mengakibatkan menurunnya efektivitas penggunaan obat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis drug interactions yang terjadi pada pasien yang mendapat obat antihipertensi 2 atau lebih  serta hubungan antara kejadian drug interactions terhadap efektivitas obat antihipertensi di RSUD dr.R. Soetrasno Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan metode deskriptif cross sectional. Pengambilan data didapatkan dari medication record pasien yang berisi identitas pasien, catatan obat yang didapatkan pasien dan kejadian interaksi obat menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker pada Medscape dan literatur lain seperti Stockley’s Drug Interaction. Data yang telah didapatkan kemudian diuji dengan SPSS 16 menggunakan Chi square test. Berdasarkan hasil penelitian pasien yang mendapatkan polifarmasi sebanyak 73,2% dan mengalami interaksi obat sebanyak 75,6% dari total 41 pasien. Kejadian interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan mayor 25,3%, moderat 45,3% dan minor 29,3% sedangkan kejadian interaksi obat dilihat dari mekanismenya didapatkan hasil kejadian interaksi farmakokinetik 38,7%, kejadian interaksi farmakodinamik 58,7% dan tidak diketahui 2,6%. Hasil statistik diperoleh nilai P = 0,807 (P ? 0.05) maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi obat dengan efektivitas obat antihipertensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Stikes Cendekia Utama Kudus</dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i1.186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 76-88</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/186/106</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/186/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/215</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T07:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METFORMIN-GLIMEPIRID VERSUS METFORMIN-VILDAGLIPTIN TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2022</dc:title>
	<dc:creator>timur, willi wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Rizkiani, Amalia Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Widyaningrum, Naniek</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Melitus; HBA1C; GDS; Efektivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gangguan metabolisme tubuh yang sering dialami oleh penduduk Indonesia yaitu Diabetes Melitus. Penyebab diabetes melitus yakni kegagalan sekresi insulin yang menimbulkan tingginya kadar gula dalam darah sehingga metabolisme protein, lipid dan karbohidrat ikut terganggu. Terdapat dua teknik yang diimplementasikan untuk mengobati penyakit diabetes melitus yakni terapi non-farmakologi dan farmakologi. Di beberapa negara, dua obat antidiabetik (OAD) yang paling terkenal sebagai obat penurun kadar gula darah sebagai lini kedua untuk pengobatan pasien DM tipe 2 adalah sulfonilurea (SUs) dan dipeptidyl peptidase 4 inhibitor (DPP4i). Sampel dalam riset yakni penderita diabetes melitus tipe 2 dan tujuan riset yakni memahami rasio tingkat keefektivan pengimplementasian obat antidiabetik oral kombinasi glimepirid dan meformin dengan kombinasi vildagliptin dan metformin terhadap terhadap penurunan kadar gula darah. Riset ini mengimplementasikan rancangan cohort analysis berteknik observasional dengan sifat prospektif. Teknik purposive sampling diimplementasikan untuk mengumpulkan data dan harus memenuhi kategori ekslusi dan inklusi. Untuk menganalisis data mengimplementasikan pengujian mann whitney beserta t-independent. Kemudian untuk mempermudah penganalisaan menggunakan bantuan software SPSS. Jumlah subjek dalam riset yakni 35 pasien. Hasil data diperoleh penggunaan metformin-glimepirid 54,3%, sedangkan metformin-vildagliptin 45,7%. Berdasarkan pengujian t-independent pada penderita diabetes melitus tipe 2 didapatkan nilai p melebihi 0,05 yakni 0,815, sehingga tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan HbA1C. Begitu juga dari hasil pengujian mann whitney pada penderita diabetes melitus tipe 2 didapatkan nilai p melebihi 0,05 yakni 0,778, sehingga tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan GDS. Maka dari itu, kesimpulan dari riset yang dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Islam Sultan Agung periode 2022 yakni tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan GDS dan HbA1C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Prodi S1 farmasi dan LPPM UNISSULA</dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 291-300</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/215/127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/234</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:03:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:BM</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 Tahun 2023</dc:title>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Back Matter</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/234</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.234</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 97-102</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/234/143</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/39</identifier>
				<datestamp>2019-07-26T07:27:56Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Sediaan Gel Handsanitiser Ekstrak Tangkai Buah Parijoto (Medinilla Speciosa) Dalam Menghambat Bakteri Patogen</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarti, Lilis</dc:creator>
	<dc:creator>Susiloningrum, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriah, Nabila Gita</dc:creator>
	<dc:creator>Farchati, Leavi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tangkai buah parijoto;gel handsanitizer;aktivitas anti bakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas, yang seharusnya menjadi aset negara yang perlu digali sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Berpijak pada kearifan lokal, di desa Â Colo diÂ lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdapat satu jenis tanaman endemik yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai obat sariawan dan antiradang, yaitu parijoto (Medinilla speciosaÂ Blume). Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri sedian gel buah parijoto terhadap E. coli dan S. aureusÂ (Sugiarti dan Nafiah, 2018). Tangkai buah parijoto yang tidak termanfaatkan (sebagai limbah) dengan warna tangkai yang merah seperti buahnya diduga mempunyai khasiat yang sama dengan buahnya. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi antibakteri sedian gel handsanitizer ekstrak etanol tangkai buah parijoto. Sebelum dibuat sedian gel, dilakukan pengujian potensi ekstrak etanol tangkai buah parijoto,Â kemudian baru dilakukan formulasi sediaan gel dan diujiÂ aktivitas antibakteri dengan konsentrasi ekstrak 0.25, 0.5, 1, 2, 4 gr/ml dengan pembanding kontrol positif gel handsanitizerÂ komersil (berbahan aktif alkohol),Â kontrol negatif aquadest sertaÂ basis. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. HasilÂ penelitianÂ menunjukanÂ bahwa potensi antibakteri gel handsanitizerÂ ekstrak etanol tangkaiÂ buah parijoto hanya ditunjukkan padaÂ gel denganÂ konsentrasi ekstrak 4 gr/ml dengan diameter zona hambat 9,33 mm terhadap kedua bakteri uji. Potensi antibakteri gel ini lebih besar dari pada kontrol positifnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i1.39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 18-25</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/39/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/241</identifier>
				<datestamp>2024-05-30T12:35:49Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIS DI APOTEK MRANGGEN KABUPATEN DEMAK</dc:title>
	<dc:creator>Silvi, Niken Hidayatus</dc:creator>
	<dc:creator>Octasari, Paulina Maya</dc:creator>
	<dc:creator>Rukminingsih, Fef</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">administrative completeness; pharmaceutical completeness; prescription; pharmacy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prescription screening is one of the pharmaceutical services conducted by examining prescriptions according to administrative, pharmaceutical, and clinical requirements aimed at preventing medication errors. Administrative requirements ensure prescriptions legality while pharmaceutical requirements assure therapeutic success. The study aimto determine administrative and pharmaceutical completeness of prescriptions in Mranggen Pharmacy, Demak Regency.This study is a descriptive observational study using prospective data from prescriptions in Mranggen Pharmacy, Demak Regency, in February 2023. The study used forms to assess the completeness of administrative and pharmaceutical aspects. Complete administrative data includes prescription date, doctor's name, doctor's practice license number, doctor's signature, patient's name, gender, age, address, and weight. Complete pharmaceutical data includes drug name, dosage forms, drug strength, drug unit, drug quantity, and instructions for use. The data was analyzed quantitatively to determine the percentage of administrative completeness, pharmaceutical completeness, and both.This study involved 311 prescription sheets and 43 copies of prescriptions. The results indicate that 12.15% of prescriptions are complete administratively, 47.74% are complete pharmaceutically, and 9.32% are complete in both aspects. The name, quantity, and how or when to use the medication is 100% while the lowest completeness is the aspect of patient's weight, which is 14.2%</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i2.241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 119-126</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/241/169</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/241/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/58</identifier>
				<datestamp>2019-12-12T04:38:13Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Manfaat dan Bioaktivitas Piper Betle L.</dc:title>
	<dc:creator>Silalahi, Marina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">piper betle; essential oil; anti mikroba</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Piper Betle (PB) merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Piperaceae yang digunakan sebagai obat dan bagian kultural masyarakat di Asia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan pemanfaatan PB dan bioktivitasnya. Penulisan artikel ini didasarkan pada studi literatur yang diterbitkan secara online maupun offline tentang PB, kemudian disintesakan sehingga diperoleh infomasi yang konprehensif mengenai bioaktivitas PB. Berdasarkan penelitian etnobotani PB dimanfaatkan sebagai obat deman, luka, infeksi mata, antiproliferatif, antimutagenik, antibakteri dan antioksidan. Bioaktivitas PB adalah antimikroba, antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, anti kolesterol, analgesik, imunomodulator dan hepatoprotektor. Bioaktivitas PB secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan kandungan metabolit sekundernya terutama essensial oilnya. Essensial oil PB  memiliki aktivitasnya sebagai sebagai stimulan, antiplatelet, antiinflamasi, imunomodulator, gastroprotektif, dan antidiabetes. PB sangat potensial digunakan sebagai pengawet makanan karena memiliki sifat antimikroba, namun perlu kajian lebih lanjut sehingga diperoleh cara pengolahannya untuk meningkatkan cita rasa dan daya tahan makanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/58</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v3i2.58</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy; 137-146</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/58/50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/322</identifier>
				<datestamp>2025-10-23T03:18:44Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI SEDIAAN EMULGEL TOPIKAL MINYAK ATSIRI PALMAROSA (Cymbopogon martinii) PADA TIKUS (Rattus norvegicus)</dc:title>
	<dc:creator>Nugraheni, Tarisa Silvi</dc:creator>
	<dc:creator>Andriani, Disa</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Muhammad Saiful</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak Atsiri Palmarosa; Emulgel; Anti-Inflamasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Inflamasi merupakan respon protektif tubuh dalam menanggapi rangsangan berbahaya yang terlihat dari gejala kalor, rubor, tumor, dolor, dan function laesa. Aktivitas inflamasi yang berlebihan harus ditangani. Minyak atsiri palmarosa mempunyai kandungan geraniol yang dilaporkan mempunyai kemampuan untuk menghambat inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu apakah emulgel minyak palmarosa memiliki aktivitas antiinflamasi. Sediaan emulgel dibuat dengan cara mencampurkan fase emulsi kedalam fase gel. Formulasi emulgel ini menggunakan 3 konsentrasi minyak palmarosa yang berbeda (2%, 4%, 6%) dan diujikan sifat fisiknya. Pembengkakan pada kaki tikus diinduksi dengan menyuntikkan karagenan 1% secara subplantar untuk menguji aktivitas antiinflamasi. Pengukuran volume kaki tikus menggunakan metode edema kaki dengan alat ukur plestimometer. Data yang didapat dianalisis dengan One Way ANOVA. Berdasarkan hasil pengujian, ketiga formula diklasifikasikan sebagai emulgel tipa minyak dalam air. Uji kualitas fisik sediaan emulgel memenuhi syarat uji homogenitas, viskositas, pH, dan daya sebar. Hasil persen daya antiinflaamsi sediaan menunjukkan bahwa emulgel dengan konsentrasi 6% memiliki aktivitas antiinflamasi paling tinggi yaitu sebesar 50,37% dan pada uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,122 yang artinya tidak berbeda secara signifikan dengan kontrol positif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/322</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v8i3.322</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy; 280-291</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/322/187</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/91</identifier>
				<datestamp>2020-12-09T14:55:42Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Samping Pil KB pada Akseptor di Kelurahan Manyaran Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Setiawati, Maria Caecilia Nanny</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyaningrum, Erna</dc:creator>
	<dc:creator>Alit, Desah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akseptor; efek samping obat; pil KB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pil KB merupakan metode KB yang paling diminati dengan total peserta mencapai lebih dari 70% dari seluruh peserta KB di Indonesia. Beberapa kemungkinan kurang berhasilnya program KB, juga dipengaruhi oleh kurangnya kepatuhan akseptor dalam mengkonsumsi pil KB.  Salah satu alasan penyebab akseptor kurang patuh ialah adanya efek samping obat (ESO) pil KB yang membuat akseptor merasa terganggu dan  tidak nyaman saat menggunakan pil KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ESO pil KB yang dialami akseptor di Kelurahan Manyaran, dan mengetahui adakah hubungan antara ESO pil KB dengan jenis pil KB yang digunakan, usia akseptor dan lama penggunaan pil KB. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental menggunakan metode cross sectional, dan accidental sampling . Responden yang masuk kriteria inklusi adalah wanita yang  termasuk ke dalam pasangan usia subur yaitu 15-45 tahun, menggunakan kontrasepsi pil KB serta  bersedia diwawancara tentang pil KB yang digunakan dan ESO yang dialami. Ada 155 akseptor yang memenuhi kriteria, dengan jumlah terbanyak di rentang usia 39-41 tahun (25,2%) dan ada 5 merk pil KB yang digunakan akseptor.  Efek Samping Obat Pil KB yang paling sering dialami akseptor  ialah adanya 1 jenis ESO  (49,03%) dan yang terbanyak ialah berat badan bertambah dan sakit kepala ringan ( masing-masing 33,55%). Tidak ada hubungan antara jenis ESO dan jenis pil KB yang dipakai (p = 0,051), dengan usia akseptor (p= 0,818 ) dan lamanya penggunaan pil KB ( p= 0,87). Tidak ada hubungan antara  jumlah ESO yang dialami dengan usia akseptor (p=0,348 ) , dengan jenis pil KB yang dikonsumsi (p= 0,237), dan dengan lamanya mengkonsumsi pil KB (p= 0,355).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v4i2.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy; 175-184</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/91/66</dc:relation>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/downloadSuppFile/91/4</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/339</identifier>
				<datestamp>2025-11-10T04:09:07Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PASIEN  BPJS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM  PENGGUNAAN INSULIN DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Tunggadewi, Aprillia Puspitasari</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Wildayanti, Wildayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratitis, Mera Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Maisyaroh, Kopipah Ari Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes mellitus; pengetahuan; kepatuhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah dan disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Selain itu DM juga memiliki risiko komplikasi ke penyakit lain seperti jantung, gagal ginjal, kecacatan luka gangren yang diamputasi, kebutaan, serta gangguan organ lainnya. Pengetahuan berkaitan dengan penatalaksanaan DM meliputi keterlibatan dalam kegiatan penyuluhan, melakukan latihan fisik atau olahraga, dan pengobatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi penderita DM sehingga penderita DM dapat mengatasi bila ada gejala dan keluhan, mempertahankan rasa nyaman, pengendalian gula darah dan mencegah komplikasi. Kepatuhan sangat penting dalam melakukan pengobatan karena berpengaruh terhadap hasil terapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan insulin pada pasien diabetes mellitus Tipe 2 di RSUD  dr Loekmono Hadi Kudus. Metode penelitian kuantitatif yang termasuk dalam penelitian prospektif dengan rancangan penelitian non eksperimental dengan metode crossectional. Hasil Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 79 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan dua variabel. Hasil Tingkat Pengetahuan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 68 responden (86,3%), sedangkan tingkat Kepatuhan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD dr Lokemono Hadi Kudus masuk dalam kategori rendah sebanyak 67 pasien (84.8%). Pada uji chi square mendapat nilai sig 0.354  0.05 yang artinya pengetahuan tidak memiliki hubungan terhadap kepatuhan pasien BPJS diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan insulin di RSUD dr Loekmono hadi kudus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-10-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/339</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i1.339</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 100-110</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/339/203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/94</identifier>
				<datestamp>2021-06-01T11:12:40Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN KADAR DAN KEAMANAN ASAM BENZOAT DALAM MINUMAN RINGAN YANG BEREDAR DI PASAR BULU SECARA SPEKTROFOTOMETRI</dc:title>
	<dc:creator>Jumiyati, Jumiyati</dc:creator>
	<dc:creator>Larasati, Komala</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minuman ringan;Asam Benzoat;Spektrofotometri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan minuman ringan dalam jangka waktu tertentu perlu ditambahkan pengawet. Salah satu pengawet sintetik yang sering digunakan dalam minuman yaitu asam benzoat. Asam benzoat dapat bekerja efektif dalam pH 2-4. Asam benzoat penggunaan dalam jangka waktu lama dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh, menyebabkan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam benzoat, keamanan penggunaan  dalam minuman ringan dan kesesuaian dengan peraturan BPOM RI No 36 tahun 2013 tentang batas penggunaan bahan tambahan pangan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Penetapan kadar asam benzoat menggunakan spektrofotometri ultraviolet. Sampel minuman ringan sebelumnya dilakukan ekstraksi dulu dengan eter, ekstrak eter dianalisis secara kualitatif dan dilanjutkan secara kuantitatif. Hasil penelitian analisis secara kualitatif semua sampel mengandung asam benzoat dan analisis secara kuantitatif kadar asam benzoat sempel merk A : 378,53 mg/kg, merk B : 477,84 mg/kg dan merk C : 589,85  mg/kg. Dari hasil analisis tersebut semua sampel sesuai dengan Peraturan BPOM RI No 36 tahun 2013 yaitu batas maksimum penggunaan pengawet tidak lebih dari 600 mg/kg dihitung sebagai asam benzoat. Adapun keamanan penggunaan minuman ringan merk A : maksimal 5 kemasan/hari, merk B : maksimal 4 kemasan/hari dan merk C :maksimal 4 kemasan/hari. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/94</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i1.94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 44-51</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/94/82</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/403</identifier>
				<datestamp>2026-01-09T02:14:08Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI UPT. PUSKESMAS X KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Setyoningsih, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Dian Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas; ISPA non pneumonia; Jumlah Item Obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan peradangan yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang anak – anak khususnya usia balita umur 1 – 5 tahun. Pengobatan ISPA non pneumonia yang rasional apabila penggunaan obat telah tepat dan sesuai dengan pedoman yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia pada pada pasien balita di UPT. Puskesmas X Kudus Periode Januari – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan metode observasional yang dilakukan dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi rekam medik pasien yang jelas dan lengkap dengan diagnosa ISPA non pneumonia yang berusia 1 – 5 tahun di UPT. Puskesmas X Kudus periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan sampel 160 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa evaluasi rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia yang dilihat berdasarkan tepat pasien didapatkan 100%, tepat indikasi didapatkan 100%, tepat obat didapatkan 100%, dan tepat dosis didapatkan 88,1% dari 160 pasien. Hasil analisis bivariat dengan uji kendall’s tau-b menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah obat per lembar resep dengan rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia dengan nilai p-significancy 0,012 ( 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2026-01-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/403</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v9i3.403</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy; 248-258</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/403/220</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/156</identifier>
				<datestamp>2021-11-30T09:05:01Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA KOMBINASI ANTIDIABETIK ORAL PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2</dc:title>
	<dc:creator>Tetuko, Aji</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraheni, Diesty Anita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cost effectiveness analysis (CEA), kombinasi antidiabetik, gliklazid, metformin, akarbose</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembuatan keputusan dalam kebijakan farmasi di rumah sakit didukung oleh ilmu farmakoekonomi, antara lain keputusan terapi pasien yang cost effective, kebijakan formularium, kebijakan obat, dan alokasi sumber daya farmasi. American Diabetes Association (ADA) menyebutkan jumlah pasien DM yang tidak mencapai target terapi dengan monoterapi antidiabetika oral jumlahnya cukup banyak. Penggunaan akarbose atau metformin pada pasien NIDDM {Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) efektif digunakan sebagai kombinasi dengan sulfonilurea yang tidak terkendali dengan monoterapi sulfonilurea. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas-biaya penggunaan kombinasi metformin-gliklazid dibandingkan akarbose-gliklazid pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di rumah sakit. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional dengan metode deskriptif non-eksperimental. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 rawat jalan di RS, yang telah menggunakan minimal tiga bulan terapi kombinasi metformin-gliklazid atau akarbose-gliklazid. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling selama 1 bulan. Subyek penelitian yang menggunakan kombinasi metformin-gliklazid dan akarbose-gliklazid masing-masing berjumlah 50 dan 27 pasien. Evaluasi ekonomi dilakukan dengan metode cost effectiveness analysis (CEA) dengan menggunakan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan analisis sensitivitas. Efektivitas diukur menggunakan persentase kadar glukosa darah puasa (GDP) dan glukosa darah post prandial (GDPP) yang mencapai target terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok metformin-gliklazid dapat mencapai target terapi lebih besar dibandingkan akarbose-gliklazid. Menggunakan perspektif rumah sakit, jumlah biaya medik langsung pasien DM tipe 2 rawat jalan untuk kelompok metformin-gliklazid dan akarbose-gliklazid masing-masing sebesar  Rp90.878,84 ± 65.246,5 dan Rp217.309,73 ± 87.198,66. Simpulan penelitian adalah pasien rawat jalan rumah sakit dengan diabetes melitus type 2 menunjukkan penggunaan kombinasi metformin-gliklazid lebih cost-effective dibandingkan akarbose-gliklazid. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/156</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v5i2.156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy; 105-116</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/156/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/198</identifier>
				<datestamp>2022-11-30T08:11:11Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI SEDIAAN TABLET HISAP EKSTRAK DAUN GLODOKAN TIANG DENGAN CMC Na SEBAGAI BAHAN PENGIKAT</dc:title>
	<dc:creator>Anindhita, Metha Anung</dc:creator>
	<dc:creator>Khasanah, Kharismatul</dc:creator>
	<dc:creator>Sajuri, Sajuri</dc:creator>
	<dc:creator>Priharwanti, Ardiana</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyanto, Ivan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tubuh manusia memerlukan antioksidan yang dapat melindungi dari serangan radikal bebas, glodokan tiang (Polyalthia longifolia (Sonn.)Thwaites ) merupakan salahsatu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Penggunaan daun glodokan tiang secara langsung dinilai kurang praktis sehingga perlu diformulasi dalam bentuk sediaan tablet hisap karena lebih praktis dan mudah dalam penggunaan. Tablet hisap harus cukup keras, sehingga diperlukan bahan pengikat. Penggunaan natrium karboksimetilselulosa (CMC-Na) sebagai bahan pengikat diharapkan mampu memberikan kualitas fisik yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui CMC-Na sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik sediaan tablet hisap ekstrak daun glodokan tiang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan membandingkan kadar CMC-Na pada tiga formula yaitu 2% (FI), 3%(FII) dan 4%(FIII). Ketiga formula diuji sifat fisik meliputi organoleptis, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, uji waktu hancur dan uji kesukaan responden untuk menentukan perbedaan dan menentukan formula terbaik. Data organoleptis, kerapuhan dan tanggap rasa dianalisis secara deskriptif, sementara data keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan dan waktu hancur dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%, jika nilai signifikansi  0,05 maka dilanjutkan dengan uji post hoc untuk mengetahui adanya perbedaan signifikan untuk tiap formula. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan variasi konsentrasi  CMC-Na 2%, 3%, dan 4% pada formula tablet hisap ekstrak daun glodokan tiang berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan kesukaan responden terhadap  sediaan tablet hisap ekstrak daun glodokan tiang . Formula terbaik tablet hisap ekstrak daun glodokan tiang adalah formula II dengan konsentrasi CMC-Na sebesar 3% yang telah memenuhi nilai kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Pekalongan</dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v6i2.198</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy; 227-243</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/198/124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/227</identifier>
				<datestamp>2023-05-30T16:03:48Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH RASIONALITAS TERAPI KOMBINASI ORAL DENGAN INSULIN TERHADAP KONTROL GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT  MITRA BANGSA PATI</dc:title>
	<dc:creator>Setyoningsih, Heni</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitasari, Oktarina</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Annis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus merupakan refleksi nutrisi, emosi, dan fungsi endokrin dengan kadar glukosa darah yang tinggi melebihi batas normal, hal ini terjadi ketika sel beta pankreas menghasilkan insulin atau mengalami defisiensi insulin. Prevalensi berkisar 150 juta jiwa di Indonesia menempati urutan ke -4 dunia sehingga diperkirakan akan meningkat di tahun 2025. Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa seperti gangguan fisik, psikologis dan sosial. Komplikasi akibat diabetes melitus dapat diminimalisir dengan pengendalian kadar glukosa darah. Terapi farmakologi yang sering digunakan pada diabetes melitus tipe 2 adalah penggunaan kombinasi oral dengan insulin. Tingginya angka kejadian dan resiko komplikasi diabetes melitus maka sangat diperlukan pengobatan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 ditinjau dari penggunaan terapi kombinasi oral dengan insulin serta pengaruhnya terhadap kadar gula darah di instalasi rawat jalan RS Mitra Bangsa Pati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional secara prospektif, dengan metode total sampling yang mengambil data secara purposive. Responden yang terlibat sebanyak 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier untuk mengetahui pengaruh rasionalitas penggunaan terapi kombinasi oral-insulin terhadap kadar gula darah pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien sebelum dan sesudah kontrol ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian rasionalitas penggunaan terapi kombinasi oral dengan insulin didapatkan 12 pasien (40%) menerima pengobatan secara rasional terdiri dari 56,7% tepat indikasi, 80% tepat pasien, 56,7% tepat dosis, 56,7% tepat obat. Hasil uji statistik dari rasionalitas terhadap kadar gula darah didapatkan nilai Sig. 0,003 (Sig.  0,05) maka terdapat pengaruh yang signifikan antara rasionalitas penggunaan obat terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RS Mitra Bangsa Pati.  Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Rasionalitas, Kadar Gula Darah </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/227</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i1.227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 46-57</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/227/140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id:article/250</identifier>
				<datestamp>2023-09-29T17:59:16Z</datestamp>
				<setSpec>cjp:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DAN OBESITAS TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI</dc:title>
	<dc:creator>Aly, Nur Islahuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Megawati, Annik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hypertension; Antihypertensive Drug; Adherence Level; and Obesity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hypertension is the most common disease that affects around 40% of the adult population worldwide and is called the silent killer. Compliance with taking prescription drugs is very necessary to avoid the risk of complications and minimize medical expenses. Improved adherence will provide maximum benefit from the prescribed medication and this is one simple strategy in the management of hypertension. Non- compliance with the use of anti-hypertensive drugs and obesity will be detrimental to the patient itself and is a factor that causes the failure of therapy being undertaken. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of adherence to taking antihypertensive and obesity drugs to blood pressure in hypertensive patients. This type of research was observational analytic with cross sectional approach using total sampling of 67 respondents. The instruments used were questionnaires and calibrated instruments namely mercury sphygmomanometer, stethoscope and stature meter and digital scales. Statistical tests used Chi Square with a significance level of ? = 0.05 or 95%. Multivariate analysis using binary regression analysis. Obtained p value = 0,000 (p 0.05) from the level of adherence to taking antihypertensive and obesity drugs to blood pressure in patients with hypertension. The magnitude of the influence of patients with hypertension who are obedient in taking high category drugs has a controlled blood pressure of 6,857 times compared to patients with obedient hypertension who take low medication. While the magnitude of the influence of patients with hypertension who are obese I have controlled blood pressure as much as 5,558 times compared to patients with obesity hypertension II. There is a significant relationship between the level of adherence to taking anti-hypertensive and obesity drugs to blood pressure in hypertensive patients</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31596/cjp.v7i2.250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Cendekia Journal of Pharmacy; Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy; 187-195</dc:source>
	<dc:source>2599-2155</dc:source>
	<dc:source>2599-2163</dc:source>
	<dc:source>10.31596/cjp.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://cjp.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/cjp/article/view/250/153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Cendekia Journal of Pharmacy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-04T23:12:00Z"
			completeListSize="200"
			cursor="0">2b45b89ee2b548db9b114161c6f0985d</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
